Lomba Masak Sehat dan Bergizi, DWP Buleleng Dorong Kreativitas Kuliner Lokal
Banner Bawah

Lomba Masak Sehat dan Bergizi, DWP Buleleng Dorong Kreativitas Kuliner Lokal

Admin - atnews

2024-12-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Lomba Masak Sehat dan Bergizi, DWP Buleleng Dorong Kreativitas Kuliner Lokal
Sekda Buleleng Gede Suyasa (ist/Atnews)
Buleleng (Atnews) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng mengadakan lomba masak sehat dan bergizi di Gedung Wanita Laksmi Graha, Jumat (6/12), merupakan rangkaian HUT ke-25 DWP. Kegiatan diikuti oleh ketua unsur DWP dan ketua organisasi wanita se-Kabupaten Buleleng dengan menghadirkan juri profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) Buleleng.

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan menggali kreativitas dan inovasi para peserta dalam mengolah bahan makanan sehat dan bergizi. "Lomba ini menjadi platform bagi ibu-ibu untuk memanfaatkan bahan lokal seperti ayam, ikan segar, serta produk hasil bumi Buleleng. Penggunaan bahan alami tanpa MSG dan pemanis buatan juga ditekankan agar tercipta masakan sehat untuk keluarga," ujar Ny. Suyasa.

Lebih lanjut, Ny. Suyasa berharap kegiatan ini dapat mempromosikan kekayaan kuliner lokal ke masyarakat luas. “Bukan hanya sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan memotivasi ibu-ibu untuk menerapkan pola masak sehat di rumah serta turut mengenalkan kuliner khas Buleleng yang autentik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua ICA Buleleng, Made Setiawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lomba ini. “Kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali bahan pangan lokal sebagai sumber makanan sehat dan bergizi. Kami juga mendorong ibu-ibu untuk memanfaatkan bahan lokal seperti sorgum dan jagung yang kaya nutrisi, sekaligus menghidupkan kembali makanan tradisional,” jelasnya.

Setiawan juga mengapresiasi upaya DWP Buleleng yang secara konsisten mendorong promosi kuliner lokal. “Kami dari ICA akan terus mendukung program-program pemerintah di bidang kuliner, terutama dalam membangkitkan kembali bahan pangan lokal dan memperkenalkan standar makanan sehat kepada masyarakat,” imbuhnya.

Lomba masak ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga bagian dari upaya mendukung gaya hidup sehat melalui kuliner lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan makanan bergizi untuk keluarga, sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Buleleng. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Populasi Perempuan Bali 40 persen, PKK Perlu Program Tepat Sasaran

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif