Koheri Anak Petani Bali, Menangkan Wabup Lamteng Lampung
Admin - atnews
2024-12-06
Bagikan :
I Komang Koheri (ist/Atnews)
Lampung (Atnews) - Politisi I Komang Koheri yang memiliki darah Bali berhasil memenangkan sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung pada Pilkada serentak 2024.
Koheri maju berpasangan dengan Calon Bupati (Cabup) Ardito Wijaya diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) setelah tidak terpilih sebagai DPR RI pada Pemilihan Legislatif dan Pilpres pada 14 Februari 2024.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan. Dalam Pilkada Lamteng, Komang Koheri
Pasangan Ardito-Koheri yang new comer (Pendatang baru) ini bahkan berhasil menumpang Calon Bupati incumbent.
KPU Lamteng pun telah menetapkan mereka sebagai Bupati-Wakil Bupati terpilih dengan raihan 369.974 suara atau 63,71persen pada, Senin (2/12)
Sementara calon yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, M Musa Ahmad dan Ahsan As"ad Said memperoleh 210.741 suara atau 36,29%.
Untuk itu, Koheri sebagai politisi berdarah Bali yang terpilih menjadi wakil kepala daerah satu-satunya di luar Bali pada Pilkada Serentak.
Ia pun mengaku bersyukur mendapat kepercayaan dari masyarakat Lamteng. Menurutnya, masyarakat Lampung Tengah sangat menghargai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka juga tidak mempermasalahkan tentang suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sehingga dia dan Ardito unggul dari calon lainnya.
"Di sini bagus dan tidak masalah dengan suku, agama, ras dan antar golongan," ujar Komang Koheri kepada awak media, Selasa (3/12). Terlebih, dia maju sebagai calon wakil bupati juga ingin membangun tanah kelahirannya.
Koheri kelahiran Desa Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, 25 November 1972 ini, dia ingin membangun tanah kelahirannya dengan mengedepankan misi kerakyatan dan gotong royong serta dengan tagline berbenah dengan semangat Beguwai Jejamo Wawai (bekerja bersama-sama mewujudkan kepentingan masyarakat).
Selain itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) ini ingin sektor pertanian di daerahnya meningkat, karena 80 persen masyarakat di Lamteng adalah petani. Dia juga ingin pelayanan sosial berjalan baik dan sumber daya manusia meningkat melalui pendidikan.
Impian Koheri untuk membangun daerahnya sebagai kepala daerah sebenarnya nyaris pupus. Lantaran parpol-parpol yang tergabung dalam KIM Plus lebih memilih mendukung incumbent Bupati Musa Ahmad. Semua parpol diborong, hanya tinggal PDIP dan partai-partai kecil yang jika digabung belum memenuhi syarat mengusung pasangan calon.
Namun, adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 membuat PDIP bisa mengusung sendiri pasangan calon kepala daerahnya. Sebagai kader banteng, Komang Koheri mendapat rekomendasi sebagai calon wakil bupati Lamteng oleh DPP PDIP, Senin (26/8/2024).
Dia berpasangan dengan Ardito Wijaya yang masih menjabat Wakil Bupati Lampung Tengah. Usai mendapat rekomendasi, Koheri kala itu menyatakan optimis mengikuti Pilkada meski harus menghadapi pasangan yang didukung oleh KIM Plus. Lantaran masyarakat Lamteng yang akan menentukan.
Oleh karenanya, pasangan Ardito-Koheri akan berkoalisi dengan masyarakat. Hasilnya, di luar dugaan Ardito-Koheri memperoleh suara sangat besar ketika Pilkada berlangsung. Bahkan, unggul jauh dari pasangan M Musa Ahmad dan Ahsan As'ad Said.
"Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Bapak Hasto Kristiyanto. Sebab, mereka telah memberikan kepercayaan kepada kami berdua mengikuti Pilkada serentak sebagai calon bupati dan wakil bupati," jelas suami dari Ni Ketut Dewi Nadi ini.
Komang Koheri menyatakan mendapat suara 63,71% juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Lamteng. Dia pun berbagi ‘resep’ bagaimana cara mendapatkan suara sebesar itu. "Pertama, kami langsung menyapa masyarakat," ujarnya.
LKedua, mereka menawarkan konsep tentang program-program pro rakyat. Ketiga, mereka ingin mewujudkan konsep Tri Sakti Bung Karno yakni berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan. Kelak, mereka juga akan menjalani konsep tiga wing saat mengemban amanah sebagai kepala daerah.
"Pertama, wing spiritual. Kedua, wing pendidikan. Ketiga, wing pelayanan dengan motto kasihi semua, layani semua. Artinya, kita dalam membangun Lamteng jangan melihat suku, agama, ras dan antar golongan. Melainkan, kita sebagai pimpinan harus melayani semua," papar ayah dari Luh Tasya Saraswati (Tasya) dan Komang Raja Seva Mayday (Raja) ini.
Diketahui Komang Koheri merupakan anak dari pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih. Di Bali Ni Made Sasih berasal dari Banjar Wani, Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Sedangkan I Made Linteb dari Desa Kukuh, Kerambitan, Kabupaten Tabanan. I Made Linteb transmigrasi ke Lamteng pada tahun 1952 silam, karena ingin mengubah nasib serta berharap besar agar keturunannya lebih maju lagi.
I Made Linteb dan Ni Made Sasih memiliki tujuh orang anak. Ni Wayan Juniati, Ni Made Tiani, I Nyoman Adi Peri, Ni Ketut Surirani, Ni Putu Darmiati, Ni Made Winarti dan I Komang Koheri. Komang Koheri lahir saat masa paceklik. "Saya diberi nama Koheri yang artinya baik. Nama berasal dari pemberian teman bapak yang merupakan warga asli di sini (Lampung),” jelas Komang Koheri saat diwawancarai pada Desember 2018 lalu.
Koheri yang jug alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) juga sudah pernah dua kali berkiprah sebagai DPRD Provinsi Lampung.
Bahkan Komang Koheri sempat maju sebagai Calon Bupati Lampung Tengah dalam Pilkada 2005, dengan naik kendaraan PNI Marhaenisme.
Ia pun kelahiran Lampung dari keturunan seorang anak petani Bali kini sukses membangun PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tani Rakyat (Tara) Dharma Artha atau Bank Tara.
Dirinya sebagai transmigran yang memotivasi untuk maju, bisa hidup bersosial, bermasyarakat dan selalu peduli kepada kemanusiaan. Dengan melaksanakan empat konsensus bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Menurutnya, tidak semua transmigran asal Bali di Lampung Tengah, Lampung bekerja sebagai petani.
Bahkan pernah mengalami kerugian saat biaya mengolah gabah menjadi beras lebih mahal ketimbang harga jual berasnya.
Namun, semangat Koheri untuk terus menekuni dunia usaha tidak sampai surut. Dia sadar kemampuan akademiknya tidak terlalu bagus, sehingga tak berniat melamar pekerjaan di perusahaan.
Sebab, bila melamar pekerjaan, pasti yang dilihat nilai akademik dulu ketimbang skill. Nah, dengan nilai akademik yang tidak bagus, Koheri kemudian pilih berwiraswasta. Selain menjual beras, dia juga menjual hasil perkebunan seperti sawit dan karet, serta merambah ke properti dan kontraktor.
Koheri selanjutnya mendirikan Koperasi Tri Darma, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara tahun 1999. Nama BPR Tara dia ambil dari singkatan nama panggilan kedua anaknya, Luh Tasya Saraswati alias Tasya dan Komang Raja Seva Mayday alias Raja.
Menurut Koheri, dirinya mendirikan BPR Tara demi membantu masyarakat setempat agar tidak terjerat rentenir.
Melalui BPR Tara yang didirikannya, Koheri ingin membangun daerah kelahirannya. Agar bisa berkontribusi lebih luas lagi dalam membangun daerahnya, Koheri lalu terjun ke politik prtaktis. Dia mengawali kiprahnya sebagai Ketua DPC PNI Marhaenisme Lampung Tengah, lantaran senang dengan ajaran Marhaen dan Tri Sakti Bung Karno.
Dalam Pileg 2004, suami dari Ni Ketut Dewi Nadi ini mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Lampung Tengah dengan kendaraan PNIM. Sayang, upayanya gagal. Meski begitu, Koheri tidak patah arang. Setahun kemudian, Koheri yang kala itu baru berusia 33 tahun justru nekat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Lampung Tengah, dengan naik kendaraan PNIM bersama mitra koalisi. Namun, lagi-lagi Koheri kalah tarung.
Setahun pasca Pilkada Lampung Tengah 2005, Koheri pilih lompat pagar gabung ke PDI Perjuangan.
Nah, melalui PDIP, Koheri kembali maju sebagai caleg DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Selatan dalam Pileg 2009.
Ternyata, perjuangannya berhasil, karena Koheri lolos ke kursi DPRD Lampung 2009-2014. Bahkan, Koheri selaku incumbent kembali ke kursi DPRD Lampung 2014-2019 melalui Pileg 2014.
Setelah dua kali periode duduk di DPRD Lampung, Komang Koheri ditugasi PDIP maju berebut kursi DPR RI Dapil Lampung II dalam Pileg 2019. (GAB/001)