Banner Bawah

Laporan Tim Peneliti FITB-ITB: Volume Sampah di TPPAS Sarimukti Meningkat Signifikan

Admin - atnews

2024-11-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Laporan Tim Peneliti FITB-ITB: Volume Sampah di TPPAS Sarimukti Meningkat Signifikan
Tim Peneliti FITB-ITB: Volume Sampah di TPPAS Sarimukti (ist/Atnews)

Jawa Barat (Atnews) - Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pengabdian masyarakat ITB berjudul "Observasi Geologi dan Analisis Spasial Untuk Optimalisasi Lahan Urug TPPAS Sarimukti".

Kegiatan pengabdian masyarakat itu didanai oleh LPPM ITB dengan skema Penanganan Sampah di Jawa Barat Tahun 2024. 

Pengabdian masyarakat ITB berjudul Observasi Geologi dan Analisis Spasial Untuk Optimalisasi Lahan Urug TPPAS Sarimukti yang diketuai oleh Dr. Eng. Asep Saepuloh dengan anggota Dr. Astyka Pamumpuni dari Teknik Geologi, Muhammad Rais Abdillah, Ph.D dari Meteorologi, Sella Lestari Nurmaulia, M.T. dari Teknik Geodesi dan Geomatika, serta mahasiswa-mahasiswa MBKM ITB mengungkapkan fakta menarik tentang Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Sampah Akhir (TPPAS) Sarimukti.

Pada kesempatan itu, Asep Saepuloh mengucapkan terima kasih kepada seluruh UPTD Pengelolaan Sampah Regional Jawa Barat dan para petugas pengelolaa di TPPAS Sarimukti yang sudah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik.


Berdasarkan analisis perubahan topografi dan ruang dengan pemetaan spasial terkini, volume sampah di TPPAS Sarimukti telah meningkat secara signifikan. 

Pada periode tahun 2010 hingga 2023, penambahan volume sampah sebesar 2,2 juta m³. Selama periode 2023 hingga 2024, volume bertambah mencapai 624.840 m³, dan periode 2006 hingga 2023 volume sampah mencapai lebih dari 8 juta m³. Ini menunjukkan bahwa di TPPAS Sarimukti selama lebih dari tiga dekade terakhir berupa penambahan volume sampah, bukan pengurangan.

Penumpukan sampah yang signifikan di beberapa area TPPAS Sarimukti menyebabkan perubahan topografi yang mencolok, dengan peningkatan elevasi yang besar terlihat dari peta elevasi. 

Melalui peta topografi, perbedaan volume ruang bisa dihitung dari tahun 2010 hingga 2023 area dengan penumpukan sampah besar ditandai dengan warna kuning hingga merah, sementara area tanpa perubahan atau penurunan elevasi ditandai dengan warna hijau dan biru. 

Pada periode 2010-2023, rata-rata laju kenaikan volume timbunan sampah adalah 14,706 m³ per tahun, sedangkan untuk periode 2023-2024 menunjukkan lonjakan signifikan dalam laju kenaikan volume sampah, dengan rata-rata 52,070 m³ per tahun. Ini menandakan adanya percepatan dalam penumpukan sampah dalam waktu singkat, yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya (2010-2023). (Z/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : 21 Titik Gawat Darurat Sampah Plastik di Kawasan Pura Besakih

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama