Kendalikan Inflasi Cabai, Satgas Pangan Buleleng Tinjau Sentra Produksi di Gerokgak
Banner Bawah

Kendalikan Inflasi Cabai, Satgas Pangan Buleleng Tinjau Sentra Produksi di Gerokgak

Admin - atnews

2024-08-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kendalikan Inflasi Cabai, Satgas Pangan Buleleng Tinjau Sentra Produksi di Gerokgak
Satgas Pangan Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan meninjau langsung sentra produksi cabe rawit
Buleleng (Atnews) - Untuk pengendalian inflasi pada komoditas cabai rawit yang cenderung naik, Satgas Pangan Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan meninjau langsung sentra produksi cabe rawit yang ada di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak oleh Tim Satgas Pangan Kabupaten Buleleng, Selasa, (30/7).

Dipimpin oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan drh. I Wayan Susila dan Analis Ketahan Pangan bersama staf Dinas Pertanian mengunjungi beberapa sumber produksi cabai rawit yang ada di Kecamatan Gerokgak seperti berkunjung ke salah satu anggota Kelompok Tani Unggul Mulya Desa Pemuteran. Dimana menanam cabai varietas ori dilahan seluas 25 are dengan rata-rata produksi 30kg/hari, dengan harga jual 50.000-55.000/kg.

"Kami berkunjung juga ke petani Ketut Arnawa, biasanya jika panen normalnya 8 kwintal/hari dikirim ke pengepul di Pasar Anyar. Namun untuk saat ini hanya 3-4 kwintal/hari," jelas Kabid Susila.

Selain itu Tim Satgas Pangan Kabupaten Buleleng berkunjung ke salah satu anggota Kelompok Tani Harapan Baru, dimana menanam 1 hektar cabe rawit dengan usia tanaman 3,5 bulan dan sudah mulai panen petik pertama, yang diperkirakan dapat panen sampai 4 bulan ke depan.

Kemudian berkunjung ke Desa Pemuteran, Pejarakan dan Sumberklampok yang memiliki potensi luas tanam mencapai 540 ha. Namun untuk saat ini hanya 20 hektar yang ditanami, karena faktor produksi tanaman yang tidak maksimal disebabkan oleh berkurangnya kesuburan tanah, dan tidak ada pergiliran varietas. 

Diungkapkan pula oleh Kabid Susila, bahwasannya  fluktuasi harga cabai di Buleleng mengikuti harga cabai di Pulau Jawa, adanya kekeringan di Pulau Jawa menyebabkan harga cabai rawit tinggi, sehingga harga cabai rawit di Buleleng ikut tinggi, walaupun produksi cabai rawit di Buleleng mencukupi.

"Kami terus pantau perkembangan harga dan stok komoditas pemicu inflasi di Buleleng, contohnya peninjauan yang kami lakukan saat ini dengan harapan agar rantai pasok dapat diperpendek sehingga kestabilan harga dapat tetap terjaga," tutupnya. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Peringati Hari Baden Powell ke- 162 Dewa Indra Harap Pramuka Jadi Generasi Tangguh Membangun Bali

Terpopuler

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

Bupati Bangli Kukuhkan Putra-Putri Paskibraka Kabupaten Bangli Tahun 2026

Bupati Bangli Kukuhkan Putra-Putri Paskibraka Kabupaten Bangli Tahun 2026