Kemenko PMK Kunjungi Buleleng, Tekankan Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini
Banner Bawah

Kemenko PMK Kunjungi Buleleng, Tekankan Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini

Admin - atnews

2024-06-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kemenko PMK Kunjungi Buleleng, Tekankan Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini
Slider 1
Buleleng (Atnews) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buleleng dalam rangka Peninjauan Pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.

Rombongan juga melakukan peninjauan di Posyandu Tunas Mekar yang berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, disertai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng.
Kunjungan yang dipimpin Sinurtina Sihombing selaku ketua tim dari Kemenko PMK diterima langsung Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Ida Ayu Kade Septiani di ruang rapat Bappeda, Selasa, (25/6).

Dalam kesempatan itu, Koordinator Stunting Asdep Gizi dan Promosi Kesehatan, Sinurtina Sihombing selaku ketua tim menekankan pentingnya fokus pada beberapa aspek dalam upaya pencegahan stunting di Buleleng. 

"Ada beberapa objek yang harus kita jadikan fokus yaitu Pencegahan pernikahan dini guna mengurangi angka stunting, Pencegahan stunting dengan memaksimalkan pola asuh anak dalam keluarga, Pengoptimalan peran kader dalam usaha pencegahan dan penanganan stunting di Buleleng," jelasnya.

Ketua tim yang akrab disapa Sisie itu menambahkan bahwa tujuan utama Rakor ini adalah untuk menguatkan sinergi dan kepedulian tim percepatan penurunan stunting dalam rangka koordinasi dan evaluasi terhadap stunting kompetensi yang dilaksanakan oleh OPD terkait.

Untuk capaian penurunan angka stunting di Kabupaten Buleleng sudah cukup baik sehingga tetap membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah desa/kelurahan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, edukasi dan intervensi pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak sasaran dan menghasilkan dampak yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia," tutupnya. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gempa 8,9 SR Mentawai Mengancam Sumbar

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali