Banner Bawah

Jalan Membangun Cinta kepada Bhakti kepada Tuhan: Kaivalya dan Moksha

Admin - atnews

2023-07-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jalan Membangun Cinta kepada Bhakti kepada Tuhan: Kaivalya dan Moksha
Slider 1

Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
Om Avighnam Astu Nama Siddham, Om swastyastu
Tujuan setiap gerakan umat Hindu mulai dari dauh muhurta sampai matahari tenggelam (sandyakala) adalah mencapai rasa aman dan bahagia. Rasa aman itulah yang mereka pandang kebahagian (kaivalya). Kebahgian tanpa batas menghasilkan kebebasan yang menjadi tujuan tertinggi (moksha). 

Tidak mungkin ada kebahagian tanpa dilandasi cinta (bhakti). Itulah sebabnya dianjurkan melaksanakan Yoga, yaitu menyelaraskan tubuh/badan (angga sarire) dengan pikiran (citta). Karma yang paling tinggi adalah melayani dengan tulus iklas dan lascarya (sevanam).
Dalam filsafat Hindu dikenal 4 jalan mencapai kedudukan Tuhan yaitu Catur Karma Yoga Marga (Rajayoga, Jnanyoga. Karmayoga dan Bhaktiyoga) dengan sembilan teknik yang disebut dengan Nava Vidhabhakti (Sravanam, Vedanam, Kirthanam, Smaranam, Padasevanam, Dhasyam, Archanam dan Sevanam). 

Sementera itu Hindu mengajarkan 5 jenis Cinta, yang disebut Panca Bhkatiangga (Kama, Shringara, Maitri, Bhakti dan  Atmaprema). Paduan dari jalan dan teknik ini menghasilkan 11 tipe kecintaan kepada Tuhan (Dwidasi Bhakti). Dalam Naradha Bhakti Sutra sloka 82, disebutkan 11 Tipe Cinta Kepada Tuhan, sebagai berikut:
“guṇa-māhātmyāsakti-rūpāsakti-pūjāsakti-smaraṇāsak ti-dāsyāsaktisakhyāsakti-vātsalyāsakti-kāntāsakty-ā tma-nivedanāsakti-tan-mayāsaktiparama-virahāsakti-rūpai kadhāpy ekādaśadhā bhavati”.

Berdasarkan sukta tersebut disebutkan 11 tingkatan bhakti kepada Tuhan terdiri atas: Guna atau Mahatamya, Rupa, Pooja, Smaran, Daasya, Sakhya, Kanta, Vaatsalya, Atma, Tanmayataa, dan Param-viraha. 
1. Gunasakti atau Mahatamyasakti, kecintaan seseorang kepada Tuhan diujudkan dalam bentuk  membuat narasi/puisi, menyanyikan kesucian Tuhan yang menceritajan keutamaan dan keesaaan Tuhan. Misalnya: membuat cerita atau kisah kisah inspiratif tentang Tuhan, membetuk sekehe sesanti, dll. 
2. Rupasakti, kecintaan kepada Tuhan ditunjukkan dengan selalu membayangkan wujud Tuhan dan memuja Wujud tersebut.
3. Poojasakti, kecintaan kepada Tuhan diwujudkan dalam bentuk melakukan puja kepada Tuhan, yang merupakan pemujaaan umum dilakukan umat Hindu melalui berbagai bentuk yajna. 
4. Smaran, kecintaan kepada Tuhan yang tulus diwujudkan dengan secara terus menerus menyebut nama Tuhan secara konstan (Namasmaranam).
5. Daasya, kecintaan kepada Tuhan diwujudkan dengan rasa senang dan gembira menjadi pelayan Tuhan dengan tidak berharap apapaun. Misalnya: Pandita, Pinandita dan Mangku dan lainnya pelayan Tuhan yang tulus iklas.
6. Sakhya, pemuja menunjukkan kecintaanya kepada Tuhan dengan cara merasa berbahagia sebagai sahabat karib Tuhan yang disebut Sakhya Bhakti. Pemuja berbahagia menjadi sahabat akrab Tuhan dan terus bersamanya. 
7. Kanta, pemuja selalu merasa berbahgia memuja Tuhan karena telah memaknai hakekat Atma, bahwa Atma adalah bagian dari kemahakuasaan Tuhan. Kesadaran ini disebut Kantabhkati atau Atmaprema.
8. Vaatsalya, pemuja menujukkan kecintaannya kepada Tuhan dengan pandangan sebagaimana seorang ibu menyayangi anaknya yang tidak memiliki imbalan apapun. Semuanya untuk pujaannya yaitu Tuhan.
9. Atma, pemuja mewujudkan kecintaannya kepada Tuhan dengan cara menyadari bahwa dirinya adalah Tuhan itu sendiri “aham brahma asmi”. Karenanya ia memuja Tuhan secara internal yang berada di dadalam hatinya, padma Hrdaya. Bagan adalah stata/pura tempat bersemayamnya Tuhan.
10. Tanmayataa, pemuja menunjukkan kecintaanya kepada Tuhan dengan menyadari bahwa seluruh pikiran, permbicaraan, perbuatan adalah atas kuasa Tuhan. Kesadaran menyeluruh ini meluber ke eskternal dengan membangun cinta kasih kepada seluruh ciptaanNya.
11. Param-viraha, pemuja mewujudkan kecintaannya kepada Tuhan dengan cara menyadari bahwa dirinya sendiri dengan Tuhan terpisah, Tuhan Maha besar dan Agung, sedangkan dirinya sendiri sangatlah tidak memiliki kekuasaan dan termat kecil (Hina mantram, Hina aksaram, dll). Dengan cara ini seseorang menyadari betapa agungnya Tuhan sehingga tumbuh rasa kagum dan cinta yang tinggi.

Keragaman cara jalan menuju Tuhan (marga) dalam Bhagawad Gita disebutkan secara harfiah “jalan apapun yang engkau tempuh menujuKu, akan aku terima”. Adikara memberikan keleluasaan kepada Umat Hindu untuk memuja Tuhan sesuai dengan ajaran Veda baik secara individu maupun dalam kelembagaan. 

Adanya keragaman ini adalah ciptaan Tuhan. Sungguh beruntung umat Hindu memiliki berbagai pedoman dalam mendekatkan diri bahkan bersatu dengan Tuhan. Karenanya, bagi umat Hindu yang “serius”, melaksanakan Guru-Sisya dalam sebuah metode aguron-guron menjadi penting. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Perda RPJMD Semesta Berencana Jadi Pedoman Pembangunan Bali

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius