Penjabat Bupati Buleleng Inginkan Gerokgak Jadi Kecamatan Rumput Laut
Banner Bawah

Penjabat Bupati Buleleng Inginkan Gerokgak Jadi Kecamatan Rumput Laut

Admin - atnews

2023-04-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Penjabat Bupati Buleleng Inginkan Gerokgak Jadi Kecamatan Rumput Laut
Slider 1
Buleleng (Atnews) - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menginginkan dan akan mengembangkan Gerokgak sebagai kecamatan yang terkenal akan hasil rumput lautnya.

Lihadnyana menjelaskan Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Dengan keadaan alam tersebut, potensi tidak hanya di darat namun juga di laut. Ekonomi biru bisa dikembangkan di Kabupaten Buleleng. Salah satunya pengembangan budidaya rumput laut yang dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia. “Oleh karena itu, kedatangan pak menteri (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi) bisa menjadi perhatian yang lebih bagi Buleleng. Khususnya budidaya rumput laut ini,” jelasnya saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Panjaitan yang mengunjungi dan meninjau budidaya rumput laut di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Selasa (28/4).

Dengan ditunjuknya budidaya rumput laut di Desa Patas ini sebagai percontohan, pejabat yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini menginginkan Gerokgak menjadi sumber penghasil rumput laut di Kabupaten Buleleng. Ini menjadi sebuah upaya untuk membentuk dan mempromosikan Kecamatan Gerokgak sebagai kecamatan rumput laut. “Ini sesuai dengan instruksi dari Presiden RI saat mengumpulkan kepala daerah bahwa daerah harus melakukan terobosan dan inovasi. Serta memiliki jargon-jargon tematik sebagai unggulan daerah,” ujar Lihadnyana.

Lihadnyana menambahkan budidaya rumput laut ini memberikan efek berganda bagi lingkungan sekitar. Tidak hanya memperbaiki terumbu karang, juga bisa membantu budidaya ikan. Ekosistem bawah laut juga bisa dijaga dengan budidaya rumput laut ini. Di hilir pun, produk turunan dari rumput laut begitu banyak. “Oleh karena itu, kita harapkan dan inginkan Gerokgak bisa menjadi kecamatan rumput laut,” imbuh dia.

Sementara itu, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan budidaya rumput laut ini akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan termasuk memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Budidaya rumput laut yang dikembangkan ini juga mengurangi emisi karbon. Termasuk membersihkan laut dengan menyerap nutrisi-nutrisi pada lahan yang digunakan dan menumbuhkan perkembangan ikan-ikan yang ada. “Karang-karang yang rusak juga bisa tumbuh dengan baik dan cepat melalui metode budidaya yang dilakukan,” ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan tidak hanya di laut, implikasinya juga terjadi di darat. Rumput laut yang dihasilkan bisa menjadi pengganti minyak. Juga menjadi pengganti plastik. Semuanya akan didalami dan akan dirapatkan kembali. Termasuk mendiskusikannya dengan para ahli. “Kita akan coba seluas satu kilometer persegi. Mungkin di Lombok atau disini juga. Secepatnya kita akan laksanakan,” kata dia. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Perkuat Hubungan Indonesia Tiongkok

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026