Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia  Jembrana dan  Buleleng Lepas Ratusan Burung Curik/Jalak Bali
Banner Bawah

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia  Jembrana dan  Buleleng Lepas Ratusan Burung Curik/Jalak Bali

Atmadja - atnews

2019-05-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia  Jembrana dan  Buleleng Lepas Ratusan Burung Curik/Jalak Bali
Slider 1
Jembrana, Kamis 23/5 (atnews) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna M.M menghadiri acara Pelepas-liaran Burung Curik/Jalak Bali di kawasan Camping Ground Taman Nasional Bali Barat, Cekik, Gilimanuk dalam rangka memperingati hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 dengan tema "Sustainable Use Of Biodiversity for Our Food and Our Health".
Turut hadir pula, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kepala UPT Kementrian Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Bupati Kabupaten Jembrana, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jembrana, Kepala Lembaga dan BUMN, Kepala Balai BKSDA Provinsi Bali, Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Perbekel dan Bendesa Adat dan aktivitis Lingkungan Melanie Soebono.
Pada acara yang didahului tarian Jalak Putih ini Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat  Agus Ngurah Krisna mengungkapkan keberadaan pohon dan ekosistem yang ada di kawasan Taman Nasional Bali Barat sangat mendukung kehidupan Burung Curik/Jalak Bali yang ada di areal hutan Cekik.
Burung Curik/Jalak Bali adalah satwa endemik asli Bali yang sangat dekat dengan manusia, tetapi seiring dengan perkembangan pembangunan dan pertambahan penduduk, habitat burung Curik/Jalak Bali menjadi semakin terdesak dan terancam punah.
Persebaran burung Curik/Jalak Bali pun menjadi semakin kecil karena alih fungsi kawasan hutan dan perburuan.
"Burung Curik/Jalak Bali adalah satu dari 204 jenis burung yang harus kita jaga di kawasan Taman Nasional Bali Barat," tambah Agus Ngurah.
Beliau berharap pelepas-liaran burung Curik/Jalak Bali bisa menjadi momen untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang telah berkontribusi dan berperan penting dalam keberlangsungan hidup manusia.
Diharapkan agar semua pihak bisa turut serta berperan aktif dalam upaya melestarikan kehidupan burung Curik/Jalak Bali dan populasinya bisa semakin bertambah.
Semoga semua satwa liar bisa hidup lestari dan berdampingan dengan manusia. Dan juga masyarakat ikut menjaga ekosistem dan kelestarian burung Curik/Jalak Bali.
Dilanjutkan dengan acara penandatanganan sebagai bentuk dukungan terhadap kelestarian Curik/Jalak Bali dan potensi keanekaragaman hayati Taman Nasional Bali Barat.
"Biarkan Curik/ Jalak Bali terbang bebas di alam, agar kelak dapat berkembangbiak dan tidak punah" tutup Agus Krisna. (yog/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Cok Ace: Bali Perlu Generasi Muda Kreatif

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan