Petani Bali Pasrah, Tanaman Padi "Kesigit" Alias Terserang Hama Tikus
Banner Bawah

Petani Bali Pasrah, Tanaman Padi "Kesigit" Alias Terserang Hama Tikus

Artaya - atnews

2019-05-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Petani Bali Pasrah, Tanaman Padi "Kesigit" Alias Terserang Hama Tikus
Petani Bali Pasrah, Tanaman Padi "Kesigit" Alias Terserang Hama Tikus
Denpasar, 18/5 (Atnews) - Petani Bali umumnya mengaku pasrah, hasil produksinya berkurang akibat "Kesigit" alias serangan hama Tikus pada tanaman padi secara merata di daerah ini.
Kesigit oleh Jro Ketut istilah Balinya, ada tingkat  ringan sampai berat dari tanaman padi umur satu bulan hingga menjelang panen, kata Pekaseh Subak Babakan Gianyar I Gede Samba, Sabtu (18/5).
Subak babakan yang luas sawahnya hanya 44  Hektare  dengan anggota subak tercatat 105 kk, tanaman padinya sudah ada menjelang panen namun dapat dipastikan hasilnya berkurang dari biasanya.
Coba saksikan tanaman padinya yang dimakan tikus, kata Made  Samba sambil menunjukkan tanaman padi miliknya yang sudah berumur sekitar 45 hari kelihatan banyak yang rusak, begitu pula di tempat lainnya.
Sementara sejumlah petani di Subak Pagutan Denpasar yang baru habis panen juga mengalami hal yang sama, yakni kesigit sehingga hasil panennya paling ringan serangannya berkurang 10 persen dari produksi normal.
Petani begitu panen, sulit mendapatkan tenaga untuk menebas, disamping harga gabah langsung melorot, dari bernilai Rp 4.300 per kg menjadi hanya Rp 3.700 per kg gabah panen, atau masih di sawah.
Melorotnya harga gabah saat petani penen sangat disayangkan, salah satu penyebabnya tidak ada pembeli yang pasti, kata Ketua Majelis Utama Subak Provinsi Bali I Gede Ketut Sanjiharta.
Bulog tempo dulu mengangkat harga gabah petani saat panen dengan membeli dengan harga yang telah ditetapkan penerintah, tetapi sekarang tampaknya tidak ada lagi, sehingga petani pasrah dengan harga sesuai keinginan pembeli yang datang ke sawah.(ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Tiada Internet Sulit Memonitor Gunung Agung via CCTV

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan