Menkes: Luar Biasa Bali dalam Menangani Masalah Kesehatan
Banner Bawah

Menkes: Luar Biasa Bali dalam Menangani Masalah Kesehatan

Artaya - atnews

2019-04-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menkes: Luar Biasa Bali dalam Menangani Masalah Kesehatan
Menkes Nila Moeloek 
Denpasar, 24/4 Atnews) -  Menkes Nila Moeloek memuji perhatian dari kepala daerah di Bali pada bidang kesehatan yang menurutnya sudah luar biasa. “Saya melihatnya dari Universal Health Coverage sudah tercapai. Sudah diatas 95, jadi sedikit lagi sudah 100 persen. Dan juga JKN ini ada tambahan plusnya saya lihat dengan JKN KBS tadi,” katanya. Ia menambahkan hal ini perlu dipertahankan mengingat Bali adalah daerah yang menjadi tujuan wisata internasional. 
Jika melihat dari angka, tidak ada data kesehatan di Bali yang buruk, hampir semua sudah mencapai angka nasional dan bahkan lebih baik lagi. Ia mencontohkan angka stunting di Bali yaitu 19 dan bahkan 9 di Denpasar yang jauh lebih rendah dari angka stunting nasional 31,8. “Artinya sudah mencapai kesadaran kesehatan,” ujar Menteri Kesehatan RI dr. Nila Moeloek pada Temu Media Ekspos Pembangunan Daerah yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Sanur,
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Wagub Cok Ace mengatakan Pemerintah Provinsi Bali sudah membuat regulasi yang telah diimplementasikan tahun ini yaitu Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) melalui Pergub No. 104 tahun 2018. “Dalam jaminan ini diatur bahwa semua krama Bali memperoleh Jaminan Kesehatan melalui pembiayaan sharing antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota, kartu jaminan kesehatan aktif saat itu juga, bayi baru lahir langsung terdaftar, sistem rujukan terintegrasi yang tentunya lebih cepat,” kata Gubernur Koster.
Ia menambahkan ada beberapa manfaat tambahan seperti pelayanan kesehatan tradisional, transportasi pasien gawat darurat dan transportasi jenazah gratis, visum et repertum dan pelayanan hiperbarik gratis dan juga akan dikembangkan sistem penanganan keluhan di semua fasilitas yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk kecepatan dan juga kualitas pelayanan yang akan diperoleh oleh krama Bali. “Disamping itu, sedang dirancang Peraturan Daerah tentang standarisasi pelayanan kesehatan yang akan mendukung penuh program JKN-KBS ini, sehingga pelayanannya tidak hanya dari segi kuantitas saja yang tercover secara universal namun juga secara kualitas/mutu juga harus baik dan mampu bersaing dengan negara maju,” ujarnya. 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan alokasi anggaran untuk JKN KBS dari Pemerintah Daerah mencapai 450 miliar rupiah. Dari 4,2 juta masyarakat Bali, lebih dari 95 persennya sudah tercover JKN.(*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kumpulkan Data RUU DPR,  Badan Keahlian Dewan Terima Masukan LSM Jarrak Bali

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan