Banner Bawah

Potensi Desa Lumbung, Serabut Kelapa Digunakan Industri Otomotif  Mercedes Benz

Artaya - atnews

2021-09-12
Bagikan :
Dokumentasi dari - Potensi Desa Lumbung, Serabut Kelapa Digunakan Industri Otomotif  Mercedes Benz
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Anggota DPD Dapil Bali Made Mangku Pastika mengadakan Kudapil (Kunjungan Daerah Pemilihan) mengenai manfaat optimalisasi serabut kelapa di Desa Lumbung, Tabanan, Selasa (7/9). Acara tersebut dipandu Nyoman Baskara secara virtual meeting.
Menurut Mangku Pastika, serabut kelapa atau dikenal di Bali sambuk biasanya digunakan untuk bahan bakar.
"Waktu kecik, kakek saya seorang pengusaha kopra, kelapa diambil sambuknya tempurungnya untuk bahan bakar dan isi kelapa dicongkel jadi kopra," kata Mangku Pastika.
Namun, kelapa memiliki beragam manfaat  sangat potensial dibuat serat, dan banyak digunakan sebagai bahan aneka kerajinan. 
Bahkan dalam dunia pertanian serabut kelapa juga cocok digunakan sebagai pembalut cangkok tanaman dan medium tumbuh bagi tanaman anggrek.
Hal menarik lagi, industri otomotif terkemuka di dunia, misalnya Mercedes Benz, Volkswagen Porche, dan Opel di Eropa, ternyata juga menggunakan sabut kelapa untuk mengisi jok mobil. 
Kelebihan sarabut kelapa sebagai pengisi jok mobil dalah karena mempunyai daya lentur yang sangat baik, tahan lama, tidak berbau, dan mempunyai tingkat pencemaran yang sangat rendah (bioderedability).
Proses penyeratan sabut kelapa akan mampu menghasilkan ampas sabut yang disebut coco dust/coco pit sebanyak 10%-15% dari volume bahan baku sabut kelapa utuh. 
Coco dust/coco pit dimanfaatkan sebagai bahan campuran tanah, pupuk, atau medium tanam. Selain itu coco dust/coco pit juga dapat dipress dan di bentuk menjadi balok atau pot tanam. Dalam indutri modern, coco dust/coc pit banyak digunakan sebagai bahan baku papan buatan.
Untuk itu, potensi besar dari kelapa bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat, di tengah pandemi Covid -19 yang memerlukan industri kreatif dalam menampung tenaga kerja. 
"Syurkur serabut kelapa bisa mengangkat ekonomi rakyat bukan sekedar untuk bakar ikan," ujarnya. 
Maka dari itu, pemetaan dan data potensi dan kebutuan agar dimilikki ke depan, langkah itu dalam memudahkan melakukan pengembangan.
Sementara itu, Panis Ary Sitedja menambahkan, potensi Desa Lumbung besar karena dari data Desa yang dibuat bulan April lalu lebih dari 95 persen pertanian  masyarakat disana di sektor kelapa. 
Kendalanya masyarakat menjual langsung hasil butiran kelapa kepada tengkulak-tengkulak yang bukan dari daerah sana. 
Kesadaran masyarakat akan manfaat kelapa sangat rendah, mereka tidak paham bahwa serabut kelapa dalam bentuk cocofiber, cocopeat dan cocomess itu mempunyai nilai ekonomi tinggi.
"Yang sedang dipikirkan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat disana untuk manfaat dan nilai dari ekonomi dari kelapa, dan bagaimana menyiasati agar  kelapa bisa di hargai lebih dari harga diberikan tengkulak-tengkulak," ungkapnya. 
Dan tentunya ini butuh proses kebersamaan. Bahwa sudah ada permintaan untuk hasil produk cocopeat dalam jumlah tertentu per bulan. 
"Kami masih perlu membahas teknis penyediaan bahan dan pengolahannya," ujar Ary. 
Kesepakatan dalam pertemuan itu bahwa perlu membantu masyarakat untuk lebih sejahtera dari hasil pertanian kelapa disana.
Pelaku dan Pemerhati Kehutanan Erika menambahkan, Desa Lumbung yang memiliki potensi besar perlu dioptimalkan dengan kerjasama BUMDes setempat. 
Produksi kelapa tidak hanya satu produk saja, tetapi semua varian dari kelapa secara terintegrasi sehingga zero waste. 
"Kelapa bisa bikini VCO, santana, cocopeat dan lainnya untuk menjadi satu mata rantai kebutuhan," harap Erla. 
Tokoh Masyarakat Lumbung I Ketut Angsane menyambut baik dukungan semua pihak dalam kembangkan potensi kelapa.
"Desa kami sempat bikin VCO karena SDM dan sikap disiplin yang kurang kini tidak jalan," ujarnya. 
Namun, acara itu dapat memberikan semangat baru untuk mengajak kembali anak muda kembangkan potensi kelapa. (ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : 21 Titik Gawat Darurat Sampah Plastik di Kawasan Pura Besakih

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng