Ketahuan Mewakili Nyoblos Bisa Dipenjara
Banner Bawah

Ketahuan Mewakili Nyoblos Bisa Dipenjara

Artaya - atnews

2019-03-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ketahuan Mewakili Nyoblos Bisa Dipenjara
Putu Suardika, Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Karangasem
Karangasem (Atnews) - Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemilih maupun calon pemilih dalam setiap perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) hendaknya wajib tau dan memahami beberapa peraturan penting yang seringkali diabaikan dan dianggap sepele.
Salah satu contoh sederhana yakni ketika ada satu krabat atau keluarga yang berhalangan hadir ke tempat pemungutan suara (TPS), anggota keluarga yang lainnya berinisiatif mewakili untuk mencobloskan tentunya dari sisi peraturan sudah melanggar. 
Hal ini lah yang kerap kali terjadi akibat ketidaktahuan masyrakat, padahal jika dilihat dari peraturan undang undang nomor 17 tahum 2017 tentang Pemilu, yang bersangkutan bisa  dihukum penjara.
Dalam Pasal 533 undang undang Republik Indonesia, nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum sudah dijelaska setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan atau memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp. 18 juta.
"Dalam pemilu tidak ada kata mewakilkan untuk mencoblos, apapun itu alasannya, masyrakat harus memahami aturan ini, Kita tidak ingin masyarakat yang tidak tau mekanisme sampai ditindak," kata Putu Suardika, Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Karangasem, Selasa (05/03).
Pelanggaran seperti ini sempat terjadi beberapa tahun lalu di wilayah Kubu, Karangasem. Oleh karena itu pihak Bawaslu sendiri mengaku akan lebih fokus dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi diwilayah tersebut karena dianggap menjadi wilayah terindikasi rawan sehingga hal serupa bisa dicegah agar tidak terjadi lagi.
Adapun langkah yang akan dilakukan Bawaslu untuk fokus dalam pengawasan seperti Pengangkatan Pengawas pemilu desa dan kelurahan setiap Desa ada 1 orang pengawas. Nanti para pengawas inilah yang akan mengkondisikan sehingga masyarakat benar benar tahu teknis dan aturan yang berlaku. (GD/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Minta  Anggota PHRI Bali Implementasikan  Pergub 

Terpopuler

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif