Banner Bawah

Tong Edan, Wujudkan Punggul Clean and Green dengan Sambuk Matah

Atmadja - atnews

2019-11-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tong Edan, Wujudkan Punggul Clean and Green dengan Sambuk Matah
Slider 1

Badung, 15/11 ( Atbews). Desa Punggul Kecamatan Abiansemal menerapkan pengolahan sampah memakai "tong edan"  dalam mewujudkan desa bersih dan hijau dengan Sampah Bukan Musibah Tapi Berkah (Sabuk Matah).
Hal ini dikatakan oleh Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma Jumat (15/11).
Ujar Sukarma, mewujudkan desa Punggul yang bersih dan asri menjadi bagian dari visi dan misinya. Terlebih Punggul selama ini dikenal menjadi tempat pembuangan sampah liar.
 Menurutnya, persoalan sampah berawal dari rumah tangga, sehingga penyelesaiannya juga dimulai dari rèumah tangga.Dalam hal ini melalui inovasi TP.PKK Desa Punggul dengan menyediakan tong edan  diisi dengan cairan liang.  . 
Jelas Sukarma, sisa  atau limbah makanan dimasukkan ke tong edan lalu, disemprotkan cairan liang setiap hari. Dalam hitungan satu minggu terjadi pupuk cair dapat dimanfaatkan untuk pupuk di rumah tangga. Selanjutnya dalam 1 bulan kompos atau pupuk padat bisa dihasilkan.
"Kami menerbitkan Perdes.No.10 Th.2018 tentang penguranga  penggunaan kantong plastik dan lengolahan sampah 3 R (reduce, reuse dan recycle)," ungkap Sukarma.
Lanjutnya,setiap rumah tangga disediakan tempat sampah organik dan anorganik sehingga pemilahan langsung dimulai dari rumah tangga.
Untuk sampah plastik dibawa ibu-ibu PKK saat arisan dimasing-masing banjar untuk ditimbang oleh petugas bank sampah yang selanjutnya dibeli oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Punggul dalam bentuk tabungan 
Khusus sampah plastik diproses dan diolah menjadi patung, hiasan dinding, souvenir serta yang lainnya.
Sampah organik menurut Sukarma diambil oleh petugas kebersihan desa. Sampah sisa buah-buahan, sayur mayur dijadikan maggot untuk pakan ternak dan ikan lele. Limbah kotoran lele difermentasi jadi pupuk cair untuk media hidroponik sedangkan sampah daun dicacah menjadi kompos. 
"Proses pengolahan sampah yang kami lakukan ramah lingkungan, masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis. Dari apa yang kami lakukan ini sudah tentu sangat bermanfaat dan menjadi berkah bagi masyarakat, demikian Sukarma. (Mur).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia