Banner Bawah

Peradi dan Fakultas Hukum  UNUD Cetak Advokat Berkwalitas

Atmadja - atnews

2019-06-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Peradi dan Fakultas Hukum  UNUD Cetak Advokat Berkwalitas
Slider 1

Denpasar, 16/06 (Atnews) - Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana  Dr. I Made Arya Utama, SH., M.Hum menjelaskan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini merupakan kelanjutan kerjasama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Denpasar dengan  Fakultas Hukum Universitas Udayana yang ke 4 dengan peserta sebanyak 40 orang. 
Bukan keuntungan yang dikejar tetapi karena komitmen dari Peradi  ikut mencetak calon pengacara yang berkwalitas, kata Dr. I Made Arya Utama, di Denpasar. Sabtu.
Ia mengatakan, kita bersama-sama  mempersiapkan anak bangsa  sebagai calon jawara hukum  dalam mengemban dan mengembangkan hukum kedepan khususnya  dalam praktek ber acara. 
"Kami utamakan menjaga kwalitas  dalam artian tidak semua yang mendaftar diterima tapi diseleksi dulu . Pedaftar dibatasi tentu dengan  semua persyaratan yang harus mereka penuhi  untuk menjaga kwalitas dari output PKPA ini " jelasnya
Bersama  dengan DPC Peradi tidak main-main dalam PKPA ini bukan hanya sekedar meloloskan  peserta tetapi tetap menjaga kwalitas  dimana hasil dari kerjasama ini  bisa menghasilkan pengacara-pengacara yang handal dan tidak bermasalah dikemudian hari.
"Kerjasama PKPA ini diharapkan bisa menghasikan pengacara yang berkwalitas dan mampu mengemban amanah yang diberikan sebagai bagian dari penegak hukum di Indonesia " ucapnya
Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Denpasar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  I Wayan Purwitha, SH., MH menambahakan, melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini pihaknya ingin mencetak para advokat berkwalitas, memilki tiga hal. Yakni,  tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian. 
“Dengan iman yang tinggi seorang advokat tidak akan mudah tergoda oleh harta, kecuali murni dari hasil  jasa profesinya sebagai pengacara, dan memiliki moral yang baik. Dengan penguasan ilmu hukum yang tinggi, seorang advokat mampu menjalankan tugasnya secara profesional. Dan diharapakan advokat tersebut memilki pengabdian tingi terhadap profesinya dan peduli dengan rakyat kecil yang meminta bantuannya. Jadi tidak semata-mata karena uang tapi bisa membantu yang berkekurangan secara materi ketika mereka mendapat masalah hukum,” urai Purwitha.(*/02)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Hasil Kerajinan Bali Harus Punya Jati Diri Budaya

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia