Tidak Perlu Mudik, Kampung Saya  Ada di Bali 
Banner Bawah

Tidak Perlu Mudik, Kampung Saya  Ada di Bali 

Atmadja - atnews

2019-06-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tidak Perlu Mudik, Kampung Saya  Ada di Bali 
Slider 1
Denpasar, 5/6 (Atnews) - Saya tidak perlu berdesak-desakan keluar pulau Dewata, karena Bali sudah menjadi kampung saya, tutur  Musdi, seorang pensiunan guru di Denpasar, Rabu.
Sejak diangkat menjadi guru hingga pensiun tiga tahun lalu sudah ada di Bali, jadi tidak pernah mudik ke Jawa lagi, tutur pria kelahiran Jawa Timur ini saat merayakan Lebaran di Denpasar.
Musdi bersama sejumlah rekannya banyak datang dan menetap di Bali sehingga tidak perlu mudik lagi saat Lebaran, tetapi berbeda  dengan Anton bersama isteri dan seorang anak harus ke Jawa merayakan Idul Fitri di tanah kelahirannya.
"Saya harus bisa kumpul dengan keluarga saat Lebaran, kalau tidak malu kepada rekan sekampung," tutur Anton yang mudik pada hari H dengan mengendarai motor maklum, jaraknya dekat hanya di Banyuwangi.
Mudik Lebaran merupakan budaya muslim di Jawa, maka tidak mengherankan  sebagian besar muslim di Bali pulang ke kampung halamannya. 
Maka tidak mengherankan mulai H-3 lebaran di Denpasar sulit bisa membeli bakso, gorengan maupun nasi lalapan, akibat pedagang tidak berjualan karena mudik merayakan hari raya akbar itu.
Jalan-jalan di seputaran kota Denpasar agak lenggang, warung nasi banyak yang tutup, kunjungan wisatawan dalam negeri berkurang, kondisi ini diperkirakan sekitar seminggu mulai H-3  maka arus lalu lintas di seputar pulau Bali  lancar.(02/art).








Baca Artikel Menarik Lainnya : Populasi Perempuan Bali 40 persen, PKK Perlu Program Tepat Sasaran

Terpopuler

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif