Denpasar (Atnews) - Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meresmikan Dapur Umum Gotong Royong Kota Denpasar base camp Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali bersama Komunitas Tionghoa Bagan Siapi Api dan Pesisir di Bali.
Peresmian Dapur Umum Gotong Royong Kota Denpasar ditandai dengan pemotongan pita oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya dan Ketua Klenteng Maha Grhapati Ng siong bok di Denpasar, Selasa (10/8).
Pada kesempatan itu, hadir Ketua Klenteng Paq Kit Kiong Asmandi Lauw, Ketua Yayasan Satya Dharma Rustam Chen, Perwakilan INTI Pusat Putu Agung Prianta, Ketua PEXI Bali Awaluddin Ahai, Ketua Komunitas Bagansiapi-api & Pesisir di Bali Salman, Ketua Pakabar Bali Andre Liembono, Ketua Teochew Bali Hery Sudiarto, Ketua PITI Bali Mulyono Lee, Hakka Bali Cindra Kusuma Sari. IKBS Aeni Riawati dan Kepala Tukang Masak Wida dan Tim Komunitas Cinta Kasih.
Jaya Negara melakukan pengecekan tim memasak dapur umum yang khusus menyiapkan nasi bungkus vegetarian sehat 500 bungkus setiap hari.
Nasi bungkus itu akan disalurkan oleh Satgas Covid -19 kepada isoman, difabel, pemulung TPA Suwung, masyarakat yang terdampak Covid -19.
Ia memberikan semangat dan motivasi kepada tim memasak serta mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan.
"Semoga segera pandemi berakhir sehingga aktivitas dan ekonomi pulih," kata Jaya Negara.
Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak agar tertib mengikuti protokol kesehatan dan tidak ada pandemi gelombang berikutnya.
Sementara itu, Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengaku merasa terhormat atas kehadiran Walikota Denpasar yang meresmikan Dapur Umum yang mengsung tema "Hadapi Pandemi dengan Hati".
INTI Bali sejatinya telah membangun dapur umum dengan Komunitas Tionghoa Bagansiapi api sejak pandemi masuk Indonesia dan Bali pada bulan April 2020.
Dapur umum tersebut sungguh spesial karena menu vegatarian yang sehat dengan bumbu yang diracik spesial.
Nasi bungkus vegatarian tetap memperhatikan nutrisi dan gizi yang akan dimasak oleh 8 orang personil dari Komunitas Bagansiapi-api & Pesisir secara bergantian mulai 08.00-14.00 Wita.
Mereka juga meyakini membagikan makanan vegetarian pada purnama, tilem dan 9 hari bulan September sebagai bentuk keberuntungan.
Makan vegetarian telah menjadi tradisi warga orang Tionghoa disini selama 9 hari bulan September untuk dapat menolong arwah memperoleh pembebasan dan berkontribusi dalam menyeimbangkan alam.
Selain itu, pihaknya mendukung pembangunan Dapur Umum Kaliasem Pemkot Denpasar agar ada 1000 bungkus per hari.
Termasuk akan bagikan 100 ton beras seluruh Bali dapat menjadi cerminan bagi yang lainnya masyarakat dalam membantu kemanusiaan.
Hal itu sebagai bentuk kesetiakawanan sosial dan gotong royong antar masyarakat sehingga tidak terjadi kelaparan.
Beragam organisasi dan relawan bahu - membahu membantu sesama baik berupa sembako maupun nasi bungkus.
Gerakan tersebut sebagai implementasi dan dukungan kepada Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa.
Dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul) ini merupakan pengejawantahan dan sinergitas dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana Guna Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam (Menyama Braya). (ART/001)