Buleleng (Atnews) - Salah satu Desa tua dibelahan utara pulau Bali yang memiliki potensi beragam anyaman bambu yang hingga kini masyarakatnya masih tetap menggeluti pekerjaan sehari-harinya sebagai pengrajin adalah Desa Tigawasa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Bali.
Sejak dulu masyarakatnya terkenal dengan ketrampilan membuat anyaman bambu, seperti membuat sokasi dan bedek. Pekerjaan membuat anyaman bagi masyarakat Tigawasa merupakan kegiatan sehari-hari guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bahkan ketrampilan menganyam bambu di Desa Tigawasa bukan hanya dimiliki kalangan orang dewasa maupun orang tua tetapi juga dari kalangan anak-anak.
Keberadaan pengrajin di Buleleng ini telah mampu memproduksi dengan kualitas sobean sehingga sangat mendukung keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Buleleng.
Salah satu perajin anyaman bambu yang cukup terkenal adalah Putu Indrayana atau akrab disapa Pak Bimbo.
Ketika ditemui di rumahnya sekaligus tempat kerjanya pada Senin (7/6), pria yang sudah menekuni kerajinan anyaman bambu selama 20 tahun lebih itu menjual aneka produknya antara lain peralatan untuk kegiatan keagamaan keben bentuk biasa, kotak maupun bundar serta tempat bajera. Selain itu, Bimbo juga membuat produk seperti tempat pulpen, tempat tisu, tempat sampah tas, dan lain sebagainya.
Semua produknya itu Ia buat bentuk dan ukurannya sesuai dengan selera pembeli. Selain itu, pembeli juga dapat menentukan warna serta tulisan yang akan dibuat di produk pesanannya. Sedangkan mengenai harganya, Bimbo mematok sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
“Kalau harganya nanti kan tergantung ukurannya, untuk keben saya jual dari harga Rp. 50.000,- sampai ada yang Rp. 400.000,” sebutnya
Disinggung terkait pemasarannya, Bimbo mengaku jarang menitipkan produk kerajinannya
pada penjual tangan kedua seperti pasar dan toko, melainkan lebih senang menjual sendiri di
rumahnya.
Awalnya dia hanya mendapat pelanggan yang kebetulan melewati rumahnya lalu tertarik dengan produk kerajinan yang dipajang. Promosinya pun hanya mengandalkan dari mulut ke mulut.
Selain itu, Bimbo sering juga mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Seperti salah satu contohnya belum lama ini Ia memajang produknya di stand pasar pangan lokal yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Buleleng.
Tidak hanya menjual produknya sendiri, Ia pun juga turut aktif memberikan bimbingan kepada masyarakat di Desa Tigawasa yang ingin menekuni kerajinan anyaman Bambu, untuk kemudian dibantu juga pemasarannya.
Pada zaman teknologi maju saat ini, Bimbo sudah melebarkan sayap pemasarannya ke jagat maya. Untuk memasarkan produk-produk kerajinannya bahkan mengaku aktif menggunakan media sosial seperti facebook untuk memajang foto-foto produk kerajinannya. Sedangkan whatsapp dimanfaatkan untuk komunikasi dengan pembeli.
“Bagi yang tertarik ingin membeli bisa langsung memesan lewat whatsapp atau telepon,"ujarnya.
Pelaku UKM ini memproduksi kerajinan anyaman bambu unggulan yang menjadi identitas Buleleng. Untuk itu, sebagai masyarakat Buleleng dia mengajak agar mendukung bangkitnya UKM Buleleng. (WAN/001)