Oleh : I Gde Sudibya
Dari sejarah kita bisa belajar, orang-orang besar, the great man, sosok negarawan, statemanship, mereka yang melampaui zamannya ( usia kehidupannya ). Ide-ide besarnya, pilihan perjuangan politiknya, kegigihan dalam perjuangan dengan segala suka dan dukanya, menginspirasi bangsanya dan bahkan insan-insan manusia di luar batas nation state, jauh melampaui rentang usia kehidupannya. Contohnya: Mahatma Gandhi, Thomas Jefferson dan Deng Hsio Ping.
6 Juni 1901 hari lahirnya Soekarno
Soekarno lahir 6 Juni 1901 di Surabaya, dari ayah yang berprofesi sebagai guru SD, yang lahir di Blitar dengan Ni Nyoman Rai Srimben, gadis Bali di Desa Bale Agung sisi Selatan Kota Singaraja. Pertemuan pasangan sejoli ini terjadi di Singaraja, ketika R Soekemi menjadi guru Kepala SD Satu Singaraja. Usia Soekarno, jika masih hidup 120 tahun.
Sebagai great man, Soekarno dikenang oleh bangsanya dan juga banyak warga negara di negara-negara terutama Asia Afrika, karena jasanya dalam perjuangan non blok, non alinghtment movement, yang menginspirasi banyak negara untuk berjuang melawan penjajah dan kemudian merdeka.
Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana kita melihat sosok Soekarno, pemikiran, perjuangan dan legacynya, dalam konteks ke kinian, pasca 76 tahun Pancasila, di menjelang 76 tahun usia kemerdekaan dan 23 tahun usia gerakan reformasi?.
Berangkat dari kearifan kehidupan " mikul duur, mendem jero, tanpa terjebak dalam pemitosan Soekarno ( mitos dalam artian negatif ), sebagai sebuah pemikiran reflektif, di " usia " Soekarno yang 120 tahun, pantas diberikan catatan di bawah ini. Pertama, idealisme perjuangannya untuk melawan penjajah, merebut kemerdekaan, mendeklarasikannya, di tengah-tengah sebagian besar rakyat jangankan berjuang untuk merdeka, mimpi merdekapun belum berani, memberikan penggambaran keberanian, kecerdasan visi yang kemudian diikuti laku total perjuangan sepanjang kehidupannya. Kedua, ajarannya tentang Tri Cakti: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan, tidak saja cerdas tetapi juga visioner, yang masih relevan sampai hari- hari ini. Di era perubahan landskap geo politik global, yang sebelumnya dikuasai oleh globalisme, yang sekarang akibat pandemi Covid-19, bisa mengalami perubahan.
Ketiga, trobosan besar kebijakan politik luar negerinya: pelopor gerakan non-blok, penyelenggaraan pesta olah raga negara-negara Asia- Afrika sebagai emerging forces, kiapma (konferensi internasional anti pangkalan militer asing ), pembentukan poros: Jakarta - Pyongyang - Hanoi - New Delhi - Beijing, memberikan penggambaran rasa percaya diri dari anak bangsa yang begitu lama dijajah, dan tidak lagi mau dijadikan " sapi perah " oleh bangsa-bangsa lain, yang sebelumnya menjajah.
Dalam era baru kehidupan akibat pandemi, yang diperkirakan melahirkan paradigma baru kehidupan, lokal, nasional dan juga global, pemikiran visioner Soekarno, keberanian dan ketegasannya dalam merumuskan visi, strategi dan perjuangannya yang total, istilah Soekarno: " rawe-,rawe rantas malang-malang putung ", " ever onward, never retreat ", sangat pantas untuk dijadikan teladan.
*) I Gde Sudibya, ekonom, pengamat kecendrumgan masa depan, trend watcher.