Banner Bawah

Sukawana: Desa Tua, Pemberi Inspirasi Kehidupan

Artaya - atnews

2021-01-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sukawana: Desa Tua, Pemberi Inspirasi Kehidupan
Slider 1

Oleh : Jro Gede Sudibya
Kisah cerita tentang Desa Sukawana, salah satu desa dalam peradaban Bali Mula, tidak akan habis-habisnya untuk diulas. 
Sumur tanpa dasar, merujuk karya teater Arifien C Noor, yang bermakna sumber pengetahuan yang tidak pernah habis untuk digali.
Sedangkan dramawan ini merujuk karya dramanya yang sempat populer: " Sumur Tanpa Dasar", mengambil inspirasi dari karya sastra Arjuna Wiwaha gubahan Mpu Sedah, Mpu Kanwa pada masa kepemimpinan  Prabu Erlangga di Tanah Jawa,  bagian episode Arjuna berhasil melewati tapa brata, dan menurut Sang Penggubah: Arjuna bertemu dengan Tuhan Ciwa. 
Karya sastra ini, menurut para sejarahwan dan juga para arkeolog, menginspirasi kepemimpinan raja Prabu Erlangga.
Kembali tentang cerita kisah Desa Sukawana, kita dapat diingatkan akan prasati tertua di Bali, Prasasti Sukawana,  Caka 740, yang diyakini sebagai petuah Rsi. Markandya pada pengikutnya, pada kedatangan kedua Sang Rsi ke Tanah Bali.
Prasasti Sukawana mencatat: " Sakebda Sira Wani, Murthi Ganitha, Masa Tetta, Palguna.
Diterjemahkan secara bebas oleh seorang pertapa di Bukit Tegeh Penulisan, Desa Sukawana Jro Nengah Rinten: Kedatangan kita ke dunia ini adalah sebuah keutamaan dan kemulyaan, lakukan keutamaan dan kemulyaan ini, dalam ke seharian kehidupan.
Pertapa ini semasa hidupnya, mengabdikan hidupnya secara penuh untuk seluruh "kawasan hutan"  Sukawana, yang menurut pertapa ini nama asli desa ini Jogwana: hutan yang dengan sendirinya ada, yang bermakna teologi: Tuhanlah penciptanya, sehingga secara etik dan moral kewajiban kita untuk merawat dan melestarikan hutan baca alam, sebagai wujud nyata dari sistem keyakinan kita pada Tuhan. 
Ungkapan: Tuhan, seru sekalian Alam, memberikan penggambaran terhadap makna teologi ydm. Desa Sukawana sekarang melingkupi Kuta Dalem ( kotanya Dalem ), pusat pemerintahan Raja Besar Bali di masa-masa awal: Cri Aji Jayapangus  yang warisannya ( legacy ): kepeminpinan, ethos kerja, sistem kehidupan ( ala-ayuning dewasa ), simbol upakara dan pemaknaannya, minat terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan lainnya, menjadi " musium hidup " dalam sistem prilaku , code of conduct pada sejumlah desa apanaga, desa Bali awal. Menyebut beberapa diantaranya: Desa Gebog Domas 800 KK, penyungsung Pura Pucak Tegeh Penulisan:  Sukawana, Kintamani, Bantang/Campetan, Selulung/Gunung Sari. Desa yang nyungsung Bale Agung Cenigaan.
11 Desa penyungsung Pura Pucak Sinunggal, yang sekarang masuk wilayah Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Tejakula.
Rahayu.
*) Jro Gede Sudibya, pengasuh Dharma Sala " Bali Werdhi Budaya ", Rsi Markandya" Ashram, Br.Pasek, Ds, Tajun, Den Bukit, Bali Utara.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Banjir di Lereng Gunung Agung Lumpuhkan Akvitas Masyarakat

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng