Banner Bawah

Agung Rahma Dosen UMI Raih Peringkat III Kategori Anugerah Masyarakat Inovatif 2020

Atmadja - atnews

2020-12-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Agung Rahma Dosen UMI Raih Peringkat III Kategori Anugerah Masyarakat Inovatif 2020
Slider 1

Badung (Atnews) - Putra terbaik Bali Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn kelahiran Kapal Badung, 26 April 1988 meraih Peringkat III Kategori Anugerah Masyarakat Inovatif 2020  yang membawakan karya "Teknik Kreatif Pembuatan Hiasan Kostum Tari dan Properti Tari’.
Peringkat I disabet oleh Devita Noti Wijaya (Jawa Tengah) "Tempe Super Instan" dan  Peringkat II Amin (Kalimantan Barat) "Konverter Kit Amin Ben Gas".
Prestasi tersebut diraih dalam kegiatan Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020, Artificial Intelligent Summit 2020, dan Pemberian Anugerah Inovasi.
Dalam rangka mengisi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75 dan Satu Tahun
 Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional melaksanakan rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25
 dengan tema “Inovasi Sebagai Solusi”, yang telah dimulai sejak tanggal 10 Agustus 2020.
Ia akrab dipanggil Agung Rahma asal Puri Muncan Kapal, Mengwi Badung sebagai Dosen Universitas Mahadewa Indonesia (UMI) mampu menciptakan karya hiasan (acceciries) kostum tari dan properti tari yang menggunakan bahan sederhana dengan teknik pengolahan Lem Tembak, sehingga menghasilkan karya yang terlihat elegan, artistik dan masih tetap mempertahankan kekhasannya sebagai karya seni Bali. 
"Karya tersebut diciptakan berlatar dari kegelisahan terhadap penggunaan kulit sapi Bali terhadap beberapa jenis - jenis hiasan kostum tari," kata Agung Rahma kepada wartawan di Badung, Senin (7/12). 
Pada akhirnya, berawal dari ide sederhana kemudian tercipta karya yang boleh dikatakan sudah mendunia. 
Teknik yang sederhana, originalitas karya yang mendapatkan pengakuan, teknologi ekologi yang tepat guna, dapat memberdayakan seniman dan tentunya berdampak positif pada seni dan budaya Bali.
Pengembangannya itu dalam mnedukung industri kreatif untuk terciptanya inovasi dan kreatifitas yang menarik untuk menumbuhkan ide-ide kreatif sehingga muncul sebuah usaha yang inovatif serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri dan orang lain. 
Sementara perkembangan industri kerajinan di Bali dewasa ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. 
Masyarakat Bali yang sarat akan tradisi dan adat istiadatnya sejak dulu dikenal sebagai masyarakat yang kreatif. 
Banyak terlahir perkembangan kreativitas yang inovatif dari para seniman Bali. Bahkan dari kreativitas yang dihasilkan dapat memunculkan kreativitas-kreativitas yang lain, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kreativitas Bali. 
Salah satu perkembangan kreativitas yang sangat pesat di Bali, yakni kreativitas bidang seni pertunjukan.
Berbicara masalah seni pertunjukkan, tentu banyak aspek yang penting ada didalamnya. 
Salah satu aspek penting tersebut adalah kostum. Kostum yang hadir dalam dunia seni pertunjukkan di Bali khususnya dibidang tari, pada bagian hiasan accecories-nya sebagian besar terbuat dari bahan kulit sapi Bali (belulang sampi). 
Penggunaan bahan ini tentu sudah menjadi kebisaan yang mengakar dan mentradisi, sehingga diwariskan turun temurun. Untuk satu buah kostum tari tradisi bisa menghabiskan hingga 1 ekor kulit sapi. 
Bahkan untuk membuat 1 buah perlengkapan payas (aksesoris) Barong bisa menghabiskan hingga 10 ekor kulit sapi. 
Begitu juga hiasan ogoh-ogoh yang begitu besar, sehingga secara otomatis akan lebih banyak kulit sapi yang diperlukan. Bayangkan jika tiap tahunnya seniman menghasilkan karya tari baru dengan menggunakan bahan baku kulit sapi, banyak sapi yang harus dikorbankan untuk diambil kulitnya. 
Antara banyaknya seniman yang lahir dengan menghasilkan karya-karya seni pertunjukan ataupun seni yang lainnya yang terkait, tidak sebanding dengan pertumbuhan sapi yang ada di Bali. 
Hal itu memberikan dampak eksploitasi besar-besaran pada sapi Bali, sehingga bukan tidak mungkin merusak ekosistem sapi Bali.
Terlebih dalam pandangan agama Hindu, sapi demikian dimuliakan. Ada banyak sumber sastra suci yang menyebutkan sapi sebagai binatang yang patut dilestarikan, sebab segala hal yang ada pada sapi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. 
Dalam konsep teologis agama Hindu, ada 33 Dewa yang bersthana pada sapi, seperti dalam uraian Rgveda, dan dalam susastra suci Hindu disebutkan sapi sebagai Kamadhenu, yakni pemenuh segala keinginan manusia. 
Merujuk sumber sastra suci tersebut, jelas bahwa sapi dimuliakan sebagai binatang suci. 
Terlebih dalam kisah Purana, sapi sering diidentikan dengan wahana atau tunggangan Dewa Siwa yang disebut Nandi. 
Untuk itu, dalam konteks beragama Hindu pembunuhan terhadap sapi dalam sekala besar, tentu bertentangan dengan konsep ajaran agama Hindu.
Berdasarkan atas pengamatan Agung Rahma sebagai seniman muda Bali yang menggeluti bidang seni pertunjukan dan seni rupa, tergerak hatinya untuk membuat inovasi baru terhadap hiasan atau accecories pada karya seni kreasi baru khususnya pada bidang seni pertunjukan tari ataupun seni lainnya. 
Baginya, karya tari kreasi baru yang lahir belakangan ini tidak harus menggunakan kulit sapi sebagai bahan dasar pembuatan accecories. 
Kostum tari kreasi baru ataupun kostum pertunjukan kekinian yang besar-besar seperti karnaval jika menggunakan kulit sapi akan memberi dampak yang tidak baik terhadap perkembangan sapi Bali. 
Untuk itu, Agung Rahma berhasil menemukan teknik baru untuk pembuatan accecories pada kostum seni pertunjukan yang murah, namun terlihat mahal. 
Teknik ini merupakan pengolahan dari bahan lem tembak, kertas solek atau spon ati, cat dan perlengkapan lainnya. 
Dari teknik ini juga bisa menjadi bahan dasar untuk pembuatan hiasan ogoh-ogoh dan bahkan teknik ini dapat digunakan pada industri kerajinan lainnya, sehingga memunculkan kesan baru yang inovatif misalnya pada pembuatan keben, katung dan lain sebagainya.
Keberhasikan  Agung Rahma dari keluarga seniman dan figur masyarakat membuat dirinya tidak berpangku tangan dan termotivasi dalam upaya pelestarian seni budaya baik ditingkat lingkungan tempat tinggal sampai pada tingkat internasional. 
Ini terbukti dengan usaha dan kreatifitas seni yang Agung Rahma geluti mulai dari duduk di bangku Sekolah Dasar sampai saat sekarang ini. 
Adapun kegiatan yang dilakukannya antara lain adalah pernah sebagai penari dolanan, pemain drama gong anak-anak serta menarikan berbagai jenis tarian Bali maupun Jawa.
Dalam perkembangan kedewasaan, sampai saat ini Agung Rahma selalu mengemban berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan seni, baik yang berhubungan dengan kegiatan ngayah di Pura, pembina seni , penata tari, sampai pada ditugaskan sebagai duta seni Republik Indonesia ke berbagai negara seperti: RRC, Mexico, Amerika, India, Jepang, Seychelles, Malaysia, Singapore, dan Australia. 
Semua kegiatan ini dilakukan dengan penuh rasa pengabdian dan tanggung jawab terhadap kelangsungan seni budaya yang kita miliki. 
Adapun semua itu dapat dilihat dari aktivitas berkeseniannya yang secara nyata dilakukan di lingkungan desa tempat tinggalnya. 
Agung Rahma selalu menyempatkan diri untuk ngayah menarikan (nyungsung) tapakan Ida Bhatara sesuhunan, yaitu melalui nyolahang tapakan barong ketika upacara piodalan berlangsung. Selain itu secara berkesinambungan juga mengadakan pembinaan-pembinaan kepada generasi penerus dalam hal menarikan tari barong ataupun tari-tari yang lain.
Pada kegiatan Gelar Budaya yang diselengarakan oleh Kabupaten Badung, Agung Rahma juga turut berpartisipasi sebagai penata tari dalam lomba beleganjur maupun tari kreasi anak-anak dengan hasil yang memuaskan. Di tingkat kabupaten, selalu terlibat dalam kegiatan seni seperti peserta dan pembina gong kebyar, peserta Festival Barong dengan hasil sebagai Juara I, Lomba busana adat Juara I. 
Di tingkat provinsi Bali kegiatan–kegiatan yang Agung Rama ikuti antara lain sebagai penari Kebyar Trompong (Juara I), penari Palawakya (Juara II), juru bapang Barong (Juara I), serta sebagai partisipan dalam berbagai kegiatan seni bidang tari. Di tingkat Nasional ikut berkreatifitas sebagai peserta PEKSIMINAS di Jambi sebagai wakil 3 dari Institut Seni Indonesia Denpasar dengan hasil sebagai juara I.
Pada tingkat internasional Agung Rama mendapatkan juara ke 3 dalam NEXTREAM 21 di Jepang dengan judul karya “Tari Lanang Wadon”.
Agung Rahma pernah diundang oleh The Music Circle untuk tinggal selama satu bulan di California dalam pembuatan Sendratari Ramayana di California Institute Of The Arts (CalArt) pada 16 Oktober 2009 sampai 18 November 2009. Selain itu juga pernah memberi workshop tari di Institute of Okinawa Prefectural University of Arts 14 Maret 2017. 
Juara 1 Lomba Busana Adat tahun 2003 dan 2006, Sebagai Pasukan delapan dalam Paskibraka Kabupaten Gianyar Tahun 2005, menjadi tokoh utama di beberapa Film Drama Klasik yang diproduksi Oleh TVRI Denpasar bekerja sama dengan Sanggar Teater Mini Bali. dan pernah meraih Juara 1 tingkat Nasional Pemuda Pelopor Bidang Sosial, Budaya, Pariwisata dan Bela Negara tahun 2016.
Selain kegiatan tersebut Agung Rahma lakukan saat ini yaitu sebagai Dosen Jurusan Sendratasik di IKIP PGRI Bali. Sebagai Wakil Ketua II Karang Taruna Kabupaten Badung. Sebagai Kordinator Bidang Seni Tari LISTIBYA Kabupaten Badung. Pendiri Sanggar Seni Pancer Langiit, Pembina Yayasan Pancer Langiit, Dan setiap tahun selalu terlibat dalam mengkoreografi tari dalam event Pesta Kesenian Bali duta Kabupaten Badung. Juga aktif membantu pemuda di Banjar ataupun di desa untuk kegiatan seni salah satunya membuat ogoh- ogoh. 
Selain menjadi koreografer Agung Rahma Putra juga menjadi Designer kostum inovatif yaitu kostum karnaval. Dengan teknik pembuatan kostum inovatif yang ditemukannya sendiri, beberapa karya kostumnya pernah mendapat predikat The Best National Costum baik di tingkat daerah, nasional ataupun international. (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Data  Statistik Akurat 

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius