Oleh: I Gde Sudibya
Rangkuman pendapat (1) Polititik tanpa prinsip, politik yang menghalalkan semua cara untuk merebut kekuasaan, politik model Machiavelian. Sedangkan Bagi Gandhi, politik harus dengan prinsip: Ahimsa dan Satya, emoh kekerasan dan memegang teguh kebenaran, (2) Bisnis Tanpa Moral.
(3) Pencarian Kekayaan tanpa Upaya Kerja.
Bagi Gandhi totalitas kehidupan harus berbasis moralitas, dalam sebuah ekonomi dimana insan-insan manusia mampu mengendalikan diri (self controlled economy) bukan ekonomi yang mengumbar keserakahan. Ekonomi Sarva Daya: ekonomi untuk kesejahteraan bersama dan respek pada alam.
(4) Pengetahuan Tanpa Kemanusiaan.
Bagi Gandhiji, pengembangan IPTEK tanpa penghargaan terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan, membuat masyarakat mengalami " kekeringan " kehidupan dan terasing dari lingkungan sosialnya.
(5) Pendidikan tanpa Karakter.
Bagi Gandhiji, pengembangan sistem pendidikan harus berbasis moralitas dan spiritualitas dan target sasaran pembentukan karakter (character building).
Pendidikan tanpa karakter, dapat melahirkan lulusan yang tuna moral, berprilaku serakah, merusak alam dan prilaku politik yang menghalalkan semua cara.
(6) Pencarian Kesenangan tanpa Upaya Pembatasan Diri (Leissure without Conscience). Bagi Gandhiji prilaku ini akan melahirkan prilaku kebablasan dari aspek moralitas, masyarakat yang mendewakan materi dan memuja keserakahan.
(7) Pemujaan kepada Tuhan tanpa Kerelaan untuk Berkorban. Bentuk kritik tokoh kemanusiaan ini terhadap: prilaku keagamaan yang palsu, menggunakan simbol agama untuk tujuan yang tidak mulya. Kritik yang sampai hari ini tetap relevan, setelah negarawan ini wafat 30 Januari 1948 di New Delhi India.
Negarawan dan tokoh kemanusiaan yang sangat dikagumi oleh Bapak-bapak Pendiri Republik: Soekarno, Hatta dan Sjahrir, dan juga Presiden ke 4 Gus Dur dan mengaku sebagai Gandhian.
Kehebatan pemikiran Gandhi melampaui zamannya, sampai hari banyak orang di seluruh dunia terinspirasi oleh pemikirannya dalam perspektif luas: ekonomi, politik, penyelamatan alam dan isu-isu kemanusiaan.
Negarawan dan tokoh kemanusiaan yang sangat dikagumi oleh Bapak-bapak Pendiri Republik: Soekarno, Hatta dan Sjahrir, dan juga Presiden ke 4 Gus Dur dan mengaku sebagai Gandhian.
Kehebatan pemikiran Gandhi melampaui zamannya, sampai hari banyak orang di seluruh dunia terinspirasi oleh pemikirannya dalam perspektif luas: ekonomi, politik, penyelamatan alam dan isu-isu kemanusiaan.
Ucapan Gandhiji yang sangat menginspirasi: " Berbicaralah, sebatas apa yang sanggup dilakukan ". " My life is my message " respons tokoh spritual ini jika ditanya oleh para pengikutnya yang setia tentang jumlah buku yang telah ditulisnya.
*) I Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik dan penekun pemikiran ekonomi politik Mahatma Gandhi.