Banner Bawah

Tradisi Metajuk Dilaksanakan Masyarakat Banjar Adat Buungan

Artaya - atnews

2020-09-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tradisi Metajuk Dilaksanakan Masyarakat Banjar Adat Buungan
Slider 1

Bangli (Atnews) - Tradisi gotong royong masyarakat di Bali khususnya diperkotaan agaknya sedikit sudahbergeser. 
Nah, di  Bangli sendiri masih ada juga tradisi gotongroyong yang dikenal dengan sebutan Metajuk.Dalam tradisi metajuk sendiriadalah kewajiban sosial masyarakat  Banjar Buungan yang dilaksanakansecara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas  sedangkan kalau di banjar maupun di tempat suci  disebut ngayah.
Kata ngayah secara harafiah dapat diartikan melakukan pekerjaan tanpa mendapat upah.
Hal tersebut masih kental dilaksanakan disalah satu Desa Adat di Desa TigaKecamatan Susut,Kabupaten Bangli tepatnya di Banjar Buungan. 
Pantauan media dilokasi  Selasa (08/09) ketika salah satu wargamelaksanakan tradisi  metajuk menanam jahe gajah maupun kencur disalahsatu petak tegalan milik warga setempat.
Menurut Kelian Banjar Buungan Nengah Astawa saat melakukankegiatan  metajuk saat dimintai pendapatnya terkait masih kentalnya sistem gotong royong di Banjar setempat menyampaikan dalam kehidupan bermasyarakatantara adat dan agama tidak dapat dipisahkan.
"Tidak dapat dipisahkannya antaraagama dan adat di dalam masyarakat  di Banjar Buungan, yang berdasarkankesatuan wilayah tempat tinggal bersama dan yang paling mendasar bagi polahubungan dan pola interaksi sosial masyarakatnya,”ujar Astawa.
Terkait dengan pelaksanaan   mentajuk tersebut,biasanya di masing-masing desa pakraman akan melaksanakan kewajiban yang sebutnnya berbeda-beda”.
Ngayah  maupun metajuk adalah kewajibansosial masyarakat yang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulusikhlas baik di banjar maupun di tempat suci. Kata ngayah secara harafiah dapatdiartikan melakukan  pekerjaan tanpa mendapat upah,”jelasnya.
Dalam perkembangannya dewasa ini, “ngayah” bukan lagi monopoliatau menjadi kewajiban bagi para pemilik tanah “ayahan desa” tetapi jugamenjadi  tradisi.
Karena konsep ngayah adalah melakukan pekerjaan dengantulus ihklas, maka dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan terkait dengan saling tolong menolong baik pada saat pembangunan fisikmaupun persiapan pelaksanaan upakara dan pada saat pelaksanaan upacara yadnyatersebut, masyarakat yang berniat “ngayah” tidaklah dilarang atau dibatasi.Intinya siapapun yang berminat “ngaturang ayah” diperbolehkan oleh para prajurudi desa pakraman tersebut.
Sedangkan  metajuk  dilingkup kekeluargaan maupun persahabatan yang saling tolong menolong,”katanya.(Anggi/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Putri Koster Melakukan Sinkronisasi HATINYA PKK di Desa Keliki

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja

Kuliner Pilihan, KEK Kura Kura Bali Gelar Kembali Island Bazaar Edisi Kedua

Kuliner Pilihan, KEK Kura Kura Bali Gelar Kembali Island Bazaar Edisi Kedua