Banner Bawah

Arya Suharja Harap Hindu Mampu Respon Tantangan Zaman Tanpa Tinggalkan Jati Diri 

Artaya - atnews

2020-08-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Arya Suharja Harap Hindu Mampu Respon Tantangan Zaman Tanpa Tinggalkan Jati Diri 
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, I Ketut Arya Suharja mengharapkan umat Hindu mampu merespon tantangan zaman untuk menjaga kebudayaan dalam mendukung kehidupan yang baik dan berkelanjutan. 
Kebudayaan tersebut diwariskan oleh para leluhur (tradisi) dapat diimplementasikan sesuai dengan desa, kala, patra, iksa dan sakti.
"Upaya itu untuk mencapai peran sosial yang tengah berkembang dalam masyatakat baik tingkat lokal, nasional dan global," kata Suharja yang juga Sekretaris  Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Bali, Minggu (30/8).
Hal itu diharapkan menghantarkan Bali yang lebih maju, sementara budaya masyarakat Palau Dewata selalu terbuka menerima informasi dan  budaya dari luar tanpa melupakan jati diri yang pondasi fundamental.
Jika ditinjau seksama, beragam kebudayaan telah berkembang di Bali sejak dahulu hingga saat ini, memiliki sejarah yang panjang dan mampu  berjalan berdampingan dan harmonis. 
Hal itulah yang menjadi daya tarik dunia untuk melihat keberagaman yang ada di Palau Dewata.
Hampir semua agama atau keyakinan ada di Bali, dengan tradisi dan kesenian yang bernafaskan Hindu yang selalu dijaga agar ajeg dan lestari. 
Ia juga mengatakan, keberhasilan itu tidak terlepas dari komitmen dan konsep pembangunan Bali yang diwariskan sangat kental nuansanya berbasis agraris (pertanian). 
Maka leluhur orang Bali membentuk sebuah organisasi Subak  atau sistem irigasi yang berkembang dari abad kesembilan dari sejak kedatangan Maha Rsi Markandeya. 
Peranan Maha Rsi Markandeya sebagai salah satu tonggak sejarah dari perkembangan agama Hindu di Bali, dimana pertama kali menanam Panca Datu dan merintis masa sejarah pada abad ke-9. 
Masa kedatangan memperkenalkan masyarakat Bali dengan pengetahuan tentang keagamaan dan mulai adanya peninggalan sejarah dalam bentuk tulisan di bumi dewata ini. 
Diperkenalkannya sistem irigasi (Subak), sistem bercocok tanam, masih dipertahankan sebagai salah satu keunikan budaya masyarakat Bali.
Untuk itu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan dan Budaya (UNESCO) akhirnya mensahkan budaya Subak dari Bali sebagai bagian dari warisan dunia (world heritage) pada Sidang ke-36 di St.Petersburg, Rusia, Jumat, 29 Juni 2012.
Sedangkan peninggalan tertulis dari jaman Maha Rsi Markandeya dapat ditemukan  berupa beberapa prasasti, lontar atau Purana, terutama sekali.
Dalam lontar tersebut disebutkan bahwa Maha Rsi Markandeya berasal dari India  melakukan perjalanan suci menuju tanah Jawadwipa.  Sempat beryoga semadi di Gunung Demulung, lalu berlanjut ke Gunung Di Hyang (Pegunungan Dieng), Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang pada saat itu berada dalam pemerintahan Mataram Kuno (wangsa Sanjaya dan Syailendra).
Menurutnya, subak merupakan implementasi sebagai terjemahan nilai menjadi norma yang dilengkapi dengan infeastruktur dan peran sosial. 
Grand desain Subak bermanfaat bagi manusia, alam dan budaya secara sekala dan niskala, mengingat Bali merupakan pulau kecil yang menjadi satu kesatuan.
Untuk itu, subak merupakan implementasi nyata konsep Tri Hita Karana warisan adi luhung yang memiliki nilai universal. 
Berikutnya, subak diperkuat dengan
 berkembang pengaturan pada masing - masing daerah dalam bentuk Desa Pekraman.
Desa Pekraman memiliki otonom dalam mengatur wilayahnya dalam menjamin kedamaian dan kesejahteraan rakyat (krama), namun tetap adanya koordinasi antar Desa Pekraman. 
Dengan hal tersebut,  kebijakan - kebijakan Desa Pekraman memiliki  kesamaan - kesamaan dengan Desa Pekraman daerah lain tanpa adanya tekanan dari penguasa.
Desa Pekraman akan mengikuti dari tokoh yang menjadi contoh atau disucikan. Saat ini Desa Pekraman dikenal menjadi Desa Adat. (ART/001)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Ingin BPD Bali Jadi Agen Pembangunan Ekonomi Bali

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng