Banner Bawah

Rsi Markendya Peletak Dasar Peradaban dan Kebudayaan Bali

Artaya - atnews

2020-08-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - Rsi Markendya Peletak Dasar Peradaban dan Kebudayaan Bali
Slider 1

Oleh : I Gde Sudibya 
Sebuah kajian yang menarik tentang Rsi Markendya yan gperlu lebih disosialisasikan. Rsi besar ini oleh beberapa kalangan di Bali Sang Sujana diyakini sebagai Nabi Umat Hindu Indonesia.
Di Bali, menjadi peletak dasar peradaban dan kebudayaan Bali yang sekarang kita kenal. The founding father of Balinese  civilisisation and culture.
Prasasti Sukawana, prasasti tertua di Bali Caka 740 dan Prasasti Buahan setelahnya, diyakini oleh krama Bali pegunungan sebagai petuah Sang Rsi. Perintis pembangunan Pura Besakih yang kita sungsung sekarang: " Gunung Toh Langkir Mraga Lingga Widhi "  melalui pemendeman Panca Datu yang sekarang di sebut ring tengahing Ambal-ambal Jejer Kemiri Pelinggih sawewengkon Basukihan, Pura Busukihan sekarang Caka 723. Tirta yatra historik Sang Rsi sebelum " menemukan " Toh Langkir ": memberikan nama tempat, Ubad - Ubud, Lung Siakan, Kadewatan, Tangga Yuda, Melinggih Kaja, Payangan ( tepatnya Ngepah Hyang= membagi "diri " menyatu dengan Tuhan yang berstana ring Toh Langkir ). Kertha  Bayung Gede, Penelokan : tempat " mececingak " ring Bucu Mati Tepi Siring Purwa Ulun Danu Batur, Petirtan simbolik pemujaan Tuhan Wisnu. Desa Songan sekarang. Rsi Markendya, terutama bagi krama Bali pegunungan, menjadi legenda, "legenda kehidupan, yang tidak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan" , meninggalkan karya sastra kehidupan, yang mampu berdialog dengan ke kinian.
Hal yang sama terjadi pada masyarakat petani di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjar Negara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dalam bentuk luar yang berbeda. 
Kalau dalam 10 tahun terakhir ini, semakin banyak krama Bali mengenang perjalanan pertama  Sang Rsi menuju Nusantara, di Kalingga tepatnya kota Orissa sekarang, dengan tradisi Bali Yatra, penghormatan terhadap Sang Rsi menuju Nusantara, dan bahkan pembangunan Pura mengenang perjalanan Sang Rsi oleh WHP (World Hindu Parisad) dan mendapat respons luar biasa dari otoritas dan berbagai kalangan di Orissa, adalah sebuah kebenaran historis spiritual yang maha kaya bagi umat Hindu Indonesia . Dalam menapaki dan berkontribusi untuk bangsa, negara dan juga kemanusiaan. Suksma kepada penulis di atas Bapak Gede Sutarya, yang kembali menguak-ungkap perjalanan kehidupan Sang Rsi kita.


*) I Gde Sudibya, Ketua FPD. ( Forum Penyadaran Dharma ), Denpasar.


Baca Artikel Menarik Lainnya : Ketum Dharma Pertiwi Kunjungi Museum Mahatma Gandhi di India

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta