Bangli (Atnews)- Sejumlah tempat petirtaan di Bangli selama ini selalu ramai didatangi pemedek saat Banyupinaruh. Kini banyak tempat untuk melakukan kegiatan rohani lainnya seperti tempat melukat/ menyucikan diri di tempat bertuah yang diyakini memiliki kekuatan spiritual yang tak lepas karena kekuatan suci yang berasal dari Ida Sang Hyang Widi.Seperti Taman Pecampuan Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut dan Tirta Sudamala,di Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli.
Ribuan orang datang saat hari Banyupinaruh Mingg(05/07).Pantauan didua lokasi tempat petirtaan di Bangli selama ini selalu ramai didatangi para pemedek saat hari raya Banyupinaruh.Baik Taman Pecampuan Sala,Desa Abuan,Kecamatan Susut dan Tirta Sudamala,di Banjar Sedit,Kelurahan Bebalang,Bangli ratusan orang yang datang untuk melakukan ritual melukat di tempat petirtaan itu.
Menurut Kelian Adat Banjar Sedit Jero Mangku Nengah Armada saat dikonfirmasi di lokasi Petirtaan Sudamala menjelaskan Tirta Sudamala statusnya belum dibuka kembali namun, pihaknya tidak bisa melarang jika ada masyarakat yang ingin tanggil bersembahyang dan melakukan ritual melukat saat hari Banyupinaruh.
”Tidak mungkin kita suruh balik kalau ada pemedek yang tangkil,”jelasnya.
Dikatakan Armada, pihaknya tidak menyangka banyak pemedek yang tangkil,mengingat situasi dan kondisi masih masa pandemic Covid 19,setelah diberitahu sama pemangku, bahwa dari hari Sabtu saat Saraswati sudah mulai ramai yang datang hingga larut malam,akhirnya dengan kesepakatan para Prajuru dan Pecalang akhirnya sepakat untuk menyambut para pemedek dengan pelaksanakan protocol Kesehatan yakni sebelum memasuki areal petirtaan para pemedek diwajibkan memakai masker, jika tidak pakai masker,pihak pecalang sudah menyediakan, kemudian cuci tangan, suhu badannya dicek, atur jarak baik saat melukat maupun sembahyang ditandai dengan tanda palang merah,”katanya.
Disinggung pemedek yang dating kebanyakan dari sekitar Bangli dan sekitar satu persen dari kabupaten terdekat, seperti Gianyar dan Klungkung”Kalau dulu sebelum ada pandemic covid sekitar ribuan yang pangkil dari selutuh Bali”ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Sala, I Ketut Kayana selaku pengelola tempat Petirtaan Taman Pecampuan Sala saat dihubungi menyampaikan untuk mengantisipasi jumlah pemedek yang datang dilakukan pengaturan terhadap pemedek yang dating untuk melukat dan sembahyang akan dibatasi dan bergilir,”ujarnya.
Protokol kesehatan juga diterapkan terhadap pemedek seperti dengan melakukan pengecekan suhu tubuh dan membuat tanda untuk mengatur jarak pemedek satu dengan lainnya saat melaksanakan persembahyangan” Kami juga persiapkan tempat suci tangan untuk pemedek,”ucapnya
Untuk melakukan pengaturan tersebut Kayana mengatakan pihaknya akan menurunkan pecalang Desa Adat. Diungkapkan Kayana selama ini Pura Tirta Pecampuan Sala selalu ramai didatangi pemedek saat hari Banyupinaruh bisa mencapai ribuan orang sejak pagi hari. pemedek yang datang tidak hanya berasal dari seputaran Bangli saja melainkan banyak berasal dari luar Bangli.
Pura Tirta Pecampuan Desa Adat Sala mulai dikenal dan ramai didatangi pemedek dari berbagai daerah sejak selesai ditata tahun 2017 lalu. Pura Tirta Pecampuan Sala terdapat mata air yang mengalir melalui sejumlah pancuran oleh masyarakat-masyarakat mata air yang ada di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sale diyakini sangat baik untuk membersihkan diri dan penyembuhan berbagai macam penyakit,”katanya (Anggi/001)