Buleleng (Atnews) -Dibalik penanganan pandemi Covid 19 yang belum kunjung usai, ternyata makin memperparah regulasi perekonomian masyarakat. Tidak hanya terdampak dengan lesunya ekonomi warga, para pelaku usaha pun kian merasakan betapa beratnya dampak pandemic covid 19 tersebut.
Seperti para perajin bokor aluminum di desa Menyali Kecamatan Sawan kabupaten Buleleng sebagai salah satu komponen UMKM, telah banyak menghentikan roda usaha bahkan menutup kegiatan industri skala rumah tangga itu.
Ketut Sukre Wenten kepada atnews mengatakan, keterpurukan uusahanya telah terjadi sejak pandemik Covid 19 itu marak, dan banyak pelanggan yang mempending pesanannya sehingga ia enggan berproduksi.
Kerugian seperti di tegaskan Ketut Sukre Wenten, bahan baku berupa plat aluminum sudah dibeli dengan harga mahal, namun hingga kini belum bisa diproduksi lantaran lesunya order dari para relasinya. Dengan demikian kerugian bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Macetnya roda usaha perajin bokor aluminiun sebagaimana diakui Kepala Desa Menyali Made Jaya Harta, tidak sebatas berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat yang menjadi lading penghidupan warga desa Menyali. Akan tertapi secara umum telah berpengaruh terhadap grafik pertumbukan ekonomi desa setempat.
Menyadari akan semakin parahnya perekonomian masyarakat yang juga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Buleleng, maka Dinas Peradagangan, Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Buleleng yang menjadi leading sektor dibidang itu, segera mengambil langkah langkah dengan menurunkan sebuah tim menggandeng Undiksa Singaraja. Ini tidak bisa dibiarkan karena penurunan omzet mencapai pada level angka 70 persen.
Tidak sebatas menanggulangi kesulitan hidup para pelaku UMKM melalui bansos, namun ucap Dewa Made Sudiarta, pihaknya juga berharap kepada pihak perbankan agar melakukan penjadwalan hutang nasabah khususnya mereka yang berkecimpung dalam UMKM akibat terpaan pandemi covid 19 di wialayahnya termasuk para perajin bokor aluminium desa Menyali yang tidak beroperasi.(MAL/001)