Banner Bawah

Oka Arsana, Ikan Produk Makanan Sehat Terjangkau Prospektif Untuk Bisnis

Artaya - atnews

2020-05-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Oka Arsana, Ikan Produk Makanan Sehat Terjangkau Prospektif Untuk Bisnis
Slider 1

Denpasar, (Atnews) - Masa purna tugas bukan berarti harus diam. Waktu luang harus dimanfaatkan untuk berkreativitas, positif dan berdayaguna. Itu tergambar dari sosok, Ir. N. Oka Arsana MBA pensiunan  PT, Central Proteina Prima, Div hatchery dan marketing fish feed Jakarta. 
Ia baru saja pensiun awal tahun 2020 ini, nampak masih awet muda dan enerjik. Bapak dari dua putra/Putri ini dalam bincang-bincang dengan Atnews (16/05) menyatakan sejak awal memang bercita-cita terjun di bidang bisnis. Dan bisnis yang dipilih-pun tidak jauh dari sepak terjang Sang Ayah yang mantan Kadis Perikanan Kabupaten Bangli. 
Begitu pensiun, langsung pulang kampung, tempat kelahirannya Bangli. Suami dari Made Topik Aryani asli Singaraja, yang masih aktif di perusahaan penerbangan plat merah sebagai aircrew, menentukan pilihan sebagai petani peternak ikan. Ia pilih menekuni bisnis ini, tidak ada kaitannya dengan pekerjaan ayahnya. 
Kepada wartawan Atnews ia mengatakan, "ikan adalah produk makanan sehat dan terjangkau". Itu katanya. Prosfectnya-pun sangat bagus. Di Amerika (USA) nila mendapat julukan aquatic chicken,  karena bisa menggantikan ayam, ucapnya lebih lanjut. 
Sebagai pebisnis ia memulainya dari produksi bibit dengan 600 ekor induk nila di atas lahan tanah seluas 400 M2. Namun gagal karena kwalitas air kurang bagus/ buruk, tercemar limbah Rumah Tangga (limbah logam berat).
Kegagalan itu tidak membuat ia jera. Namun sebaliknya justru menambah semangat dirinya untuk melanjutkan tekadnya sebagai pebisnis petani ikan. 
Hanya saja anak ke 3 dari 9 bersaudara ini, memutuskan untuk pindah lokasi dengan cara sewa kolam pendederan/ fingerling seluas 33 are. Sedangkan bibit/ larva yang baru menetas didatangkan dari beberapa sumber, BBI dan dari Pasuruan Jatim, didederkan di Bangli. Sampai ukuran benih siap tenar atau setelah size 7-9 cm baru kemudian dikirim ke lokasi pembesaran di Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Batur. 
Dikatakannya saat ini ia mempunyai 7 kolam tempat pendederan seluas 40 are. Sementara kolam pembesaran KJA yang mulanya hanya 12 kolam,  seiring berjalannya waktu, belum ada setahun sudah bertambah 24 kolam lagi, sehingga saat ini sudah berkembang tiga kali lipat menjadi 36 kolam. 
Menurutnya lama pendederan hanya butuh waktu sekitar 2,5 bulan sudah bisa dipanen/ dijual. Jadi lebih pendek/ singkat daripada memproduksi bibit. Para pelanggan atau Customernya petani pembesaran di Batur, ungkap putra dari Ketut Mangku itu.
Menurutnya kocek yang dikeluarkan untuk investasi awal sekitar 34 juta. Uang sejumlah itu dimanfaatkan untuk sewa lahan, beli bibit, pakan dan perbaikan kolam. 
Bersama 2 orang karyawannya, pebisnis pensiunan PT, Central Proteina Prima ini berupaya membangun usaha perikanan terintegrasi, bahkan kini selain pembesaran nila dengan Karamba Jaring Apung (KJA) di Danau Batur, dengan sistem "Kerjasama Operasional" (KSO) (bagi untung antara pemodal dengan petani penggarap setempat), juga membudidayakan lele kolam terpal dan ikan koi di Pering Gianyar, tempat tinggal kesehariannya sekarang bersama keluarga. Usahanya yang satu ini sudah  dirintis sejak hampir 2 tahun, katanya.
Ia lebih jauh menuturkan, sebelum terjadi pandemic Covid-19, penjualan produksi ikannya sampai merambah ke luar Bali, yakni Jawa Timur. Sekali panen 1 kolam menghasilkan antara: 300-350 kg, Harga  Rp 28000/kg, dan pemeliharaan di KJA paling hanya sekitar: 4-5 bulan dengan size panen antara 3 s/d 4 kg. Sementara ini, penjualan hanya pasar lokal Bangli dan online 20-30 kg sekali ambil. Soal karyawan masih aman, namun karena pandemi Covid-19, lalu-lintas antar pulau sedikit terganggu, ucapnya. 
Naluri bisnis bapak 2 putra ini memang luar biasa; "Sekarang kami melebarkan usaha ke bidang tanaman sayur, tomat, sawi dan bawang di tepi danau. 
Mulai usaha tanaman sayur baru 3 bulan dengan luasan lahan 18 are. Kenapa sayuran karena hanya butuh waktu 2,5 - 3 bulan.Bahkan sawi hanya butuh waktu 34 hari sudah panen,"tegasnya sumringah Selamat Pak, semoga sukses selalu.(IBM/ART)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Penderita Lumpuh Terima Bantuan Pemprov Bali

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng