Jakarta (Atnews) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana berdasarkan laporan untuk periode Minggu (1/11) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/11) pukul 07.00 WIB.
Kejadian tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan serta banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Karhutla terjadi di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/11). Kebakaran menghanguskan lahan seluas satu hektare.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparatur kecamatan, dan pihak terkait serta melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi kejadian.
Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Tim gabungan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Karhutla juga terjadi di Desa Bontotangnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/11) pukul 14.30 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas dua hektare.
Berdasarkan laporan, kebakaran diduga dipicu kelalaian manusia dan kondisi cuaca panas. Api dilaporkan cepat merambat karena lahan ditumbuhi rerumputan kering yang mudah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Sinjai berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat serta melakukan pemadaman bersama tim gabungan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Di Kota Parepare, karhutla terjadi di kawasan Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/11) pukul 14.30 WITA.
Berdasarkan laporan yang diterima, luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektare. Dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
BPBD Kota Parepare berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran untuk mencegah api merambat ke permukiman warga. Api dilaporkan berhasil dipadamkan pada Minggu (1/11) pukul 15.52 WITA.
Karhutla berikutnya dilaporkan terjadi di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/11) pukul 09.40 WITA.
Kebakaran menghanguskan lahan seluas satu hektare. Berdasarkan laporan, penyebab kebakaran diduga berkaitan dengan unsur kesengajaan atau kelalaian manusia. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
BPBD Kabupaten Pinrang melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang, dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Sementara itu, banjir bandang terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu (1/11) pukul 13.30 WIB.
Hujan berintensitas tinggi di wilayah lereng gunung dilaporkan menyebabkan peningkatan debit dan volume air hingga memicu banjir bandang.
Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengungsi di Musala Surau Gadang. Dampak kejadian meliputi 15 unit rumah warga, 15 hektare lahan pertanian, dan 20 kolam ikan. Data tersebut masih menjadi dasar pendataan dampak kejadian di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Tanah Datar berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga perlu menjaga saluran drainase agar tetap berfungsi dengan baik, segera melaporkan kejadian bencana atau titik api kepada BPBD setempat, serta mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BPBD. (Z/002)