Banner Bawah

Tanpa Inovasi dan Kolaborasi Akan Terlindas Jaman

Atmadja - atnews

2020-02-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tanpa Inovasi dan Kolaborasi Akan Terlindas Jaman
Slider 1

Denpasar, (Atnews) - Berawal dari kebingungan untuk mencari bilah lembaran daun lontar kosong, I Ketut Antara, terbersit dalam benaknya untuk membuka usaha menjual lembaran daun lontar kosong yang dipergunakan oleh masyarakat Bali, menyalin atau memperbanyak lontar-lontar yang ada serta menyalin buku yang bertuliskan huruf latin kedalam lontar dengan menggunakan aksara Bali. 
Itu terjadi beberapa tahun silam, ketika ia masih pacaran dengan Ni Komang Ari Pebriyani yang kini sudah menjadi istrinya dengan dikaruniai dua putra. Ketika itu calon istrinya yang masih kuliah di Jurusan Jawa Kuna Fakultas Sastra Unud memerlukan daun lontar kosong untuk menyurat aksara Bali sebagai bagian tugas dari dosen calon istrinya itu. 
Akhirnya, apa yang diinginkan itu bisa terwujud.  Perusahaannya diberi nama:"Widya Aksara " dengan kegiatan usaha jasa pengetikan Aksara Bali, lontar dan Pengrupak dengan Surat izin usaha Mikro dan Kecil berdasarkan Peraturan Presiden NO.98 tahun 2014. 
Singkat cerita, ketika dijumpai di ruang pameran lantai dasar Gedung Ksirarnawa Tamam Budaya (Minggu, 02-02-2020 ),  ia yang ditemani istri dan dua putranya masing-masing: Wayan Widya Putra Pande dan I Made Pande Candra Wiguna.
Ia bercerita, ketika memulai usaha awalnya memang sangat sulit dalam mengembangkan usahanya. Saat itu konsumennya hanya kalangan terbatas yakni mahasiswa jurusan bahasa dan sastra jawa kuna juga jurusan bahasa dan sastra Bali, siswa dalam jumlah terbatas disamping orang-orang tertentu. 
Belum lagi dalam mencari lontar kosong yang mau dijual,  juga tidak mudah serta harganya cukup mahal antara: 5000 hingga 8000 rupiah per lembar tergantung panjang lontarnya. Akhirnya ia dapatkan di wilayah Kubu Kabupaten Karangasem yang menjadi langganannya sampai saat ini. Karena harganya dinilai cukup mahal, suami-istri ini pernah mencoba membuat sendiri yang proses pengerjaannya cukup panjang juga hasilnya tidak sesuai harapan karena bahan baku lontarnya tidak boleh sembarangan harus jenis daun lontar taluh yang daunnya lebih tebal. Bahan baku daun lontar yang pernah ia beli, ada yang datang dari jawa, Sunda, Lombok bahkan dari Karangasem sendiri, tapi hasilnya tidak sesuai harapan yakni daun lontar yang dihasilkan sangat tipis. Jika ditulisi aksara Bali dengan menggunakan alat pengrupak, lontar tersebut tembus. Karena sudah terjadi kegagalan sampai beberapa kali, akhirnya mereka putuskan untuk tetap berlangganan meskipun diakui untungnya sangat tipis. Seiring berjalannya waktu,  materi dagangannya juga terus bertambah, selain menjual pengrupak dan lungka-lungka yang dijadikan alas untuk menulis aksara Bali,  juga bahan penghitam aksara di  atas daun lontar yang dibuat sendiri bahannya dari biji kemiri dan minyak sereh; demikian pula menjual minyak sereh untuk pengawet serta pelentur lontar sehingga daun lontar tidak mudah patah dan robek. Inovasi dan kreativitas terus diupayakan untuk memajukan usaha mereka yang juga banyak dibantu oleh sang istri yang kini juga menyandang gelar S.Pd., M.Pd selain S.S. Salah satu inovasi yang ia tawarkan berupa karya pengrupak yang sudah dimodifikasi dari sebelumnya hanya bisa dipakai menyurat aksara yang biasa-biasa saja; sementara pengrupak hasil inovasinya bisa dipergunakan untuk menyurat aksara agar nampak lebih menarik "tebal-tipis", sedangkan pengrupak yang konvensional tidak bisa, ujarnya. Tidak cukup hanya disini. Pendidikan tinggi yang dicapai istrinya ternyata memberi kontribusi cukup signifikan memberikan ide ide untuk memasarkan produk-produk dagangannya melalui online. Dari sini juga orderan lebih meningkat. Selain orderan orderan untuk menyalin hutuf latin kedalam aksara Bali   dari Pemda-Pemda, juga orderan untuk menerjemahkan naskah2 lontar yang berbahasa Jawa Kuno kedalam Bahasa Indonesia maupun kedalam Bahasa Bali. Demikian juga orderan daun lontar kosong dari kalangan siswa, ujar Ni Komang Sri Pebriyani yang diiyakan oleh swaminya Ketut Antara. Kreasi mereka juga berupa ceritra bergambar atau sering disebut prasi, membuat daftar menu makanan untuk restauran2 dengan hiasan-hiasan menarik. Sedangkan hasil kreativitas terbarunya yang diedarkan secara resmi mulai kemarin, berupa "Kartu Aksara Bali yang isinya mengenai pengenalan aksara Bali untuk kalangan anak-anak yang konon diborong oleh Nyonya Gubernur Bali, Ibu Putri Suastini Koster. Sekarang ini, kalau kita tidak bisa berinovasi dan mampu mengolaborasikan antara sistem lama yang konvensional dengan kemajuan ilmu mpengetahuan dan teknologi,  kita akan terlindas oleh kemajuan teknologi yang demikian pesat. Komang Sri Pebriyanti yang kini juga menjadi guru di SMA. Dwijendra Denpasar itu mengisyaratkan, kalau kita tidak mau tertinggal di landasan,  mari kita ambil sisi-sisi positif dari perkembangan iptek demi kesejahteraan, kedamaian dan kemajuan dalam kehidupan tegasnya. ( ibm/02).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Ingin Jajarannya Bekerja Cepat, Tepat dan Cermat

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti