Badung, 20/1 (Atnews) - Art Bali 2019 menggelar pameran tahunan seni rupa kontemporer menerima kunjungan 9.000 orang di ITDC Nusa Dua Badung.
Kegiatan itu mengusung tema “Speculative Memories” resmi berakhir pada 13 Januari 2020 lalu.
"Sebagian besar terdiri dari masyarakat lokal, sementara 30% pengunjung lainnya berasal dari mancanegara," kata co-founder Art Bali I Made Aswino Aji di Denpasar, Senin (20/1).
Art Bali juga beberapa kali menerima kunjungan dari pelajar berbagai usia baik dari Bali maupun luar Bali.
Selama program Exhibition Tour, pameran juga dihadiri oleh teman-teman tuli dan difabel netra dari sejumlah komunitas di Bali.
Kegiatan ini adalah bagian dari pengembangan yang dilakukan oleh penyelenggara untuk menjadikan seni semakin inklusif dan selaras dengan salah satu misi Art Bali yakni bridging people and art.
"Pengunjung kini lebih beragam dan dari kalangan yang lebih luas, tidak hanya dari kalangan seni,” ujarnya.
Selain menghadirkan karya-karya seni visual dari 32 seniman Indonesia dan mancanegara, Art Bali edisi kedua ini juga menggelar program edukasi dan kolaborasi.
Salah satunya adalah project baru bernama Little Stockroom yang membuka ruang bagi seniman dan desainer untuk berkolaborasi dan menciptakan karya-karya desain, produk fashion, dan karya seni lainnya sebagai buah tangan (merchandise).
Little Stockroom disambut dengan antusias baik oleh para pekarya yang terlibat maupun pengunjung Art Bali.
Selama Art Bali berlangsung, diselenggarakan pula sejumlah diskusi dan pemutaran film.
Terakhir, menjelang penutupan pameran (12/01), diadakan diskusi bersama Wilko Austermann.
Kurator seni asal Jerman ini mempresentasikan sejumlah pameran yang pernah ia kurasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan seniman-seniman Indonesia.
Pada hari yang sama, digelar pula bincang-bincang bersama ruangrupa, kolektif seni dari Indonesia yang terpilih menjadi Direktur Artistik untuk Documenta 15, pameran internasional bergengsi di Jerman. ruangrupa membahas kerja kolektif mereka selama ini serta konsep “lumbung” yang hendak mereka hadirkan di Documenta 15 tahun 2022.
Saat ini penyelenggara tengah mempersiapkan Art Bali edisi ketiga yang akan digelar bulan Oktober 2020.
“Ke depan kami berharap bisa membuka program open call, di mana seniman-seniman muda bisa mengajukan karya seni ke Art Bali untuk dikurasi dan ditampilkan dalam pameran,” tutupnya. (ART/*/02).