Denpasar (Atnews) - Pemerintah Kota Denpasar telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat sejak tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes. mengungkapkan pelaksanaan pelayanan kesehatan tidak ada pengaruhnya ketika puskesmas sebagai BLUD atau tidak.
Akan tetapi pengelolaan dengan keuangan BLUD, memberikan fleksibelitas kepada puskesmas untuk mengelola keuangan termasuk pendapatan yang diterima.
"Puskesmas melaksanakan pelayanan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi," kata Agung Candrawati di Denpasar, Selasa (15/9).
Dikatakan juga Puskesmas dapat berupaya untuk meningkatkan pendapatan dengan membuka layanan sore.
Selama ini, jumlah SDM Puskesmas bervariasi tergantung dari luas wilayah binaan, jenis layanan.
Sebagaimana puskesmas yang melayani persalinan, adanya Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPDGT) 24 jam, tentunya jumlahnya lebih banyak.
"Yang pasti standar SDM puskesmas sudah dipenuhi secara minimal, tapi perlu penambahan SDM untuk bisa membuka Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam dan SPDGT 24 jam disemua puskesmas," ungkapnya.
Denpasar memiliki 12 puskesmas induk, 1 puskesmas akan launching dalam waktu dekat, dan 25 Puskesmas Pembantu (Pustu).
SDM yang melakukan pelayanan Puskesmas induk sekitar 50 hingga 100 orang. Sedangkan Pustu, rata-rata 2 orang nakes ( perawat dan bidan) dan 2 orang kader kesehatan ILP ( Integrasi Layanan Primer), akan tetapi Pustu yang melayani Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan SPDGT 24 jam, bisa lebih banyak.
Diungkapkan pula, Puskesmas Pembantu (Pustu) Padangsambian memiliki 4 orang tenaga (2 nakes dan 2 kader).
Pihaknya mengaku terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan Puskesmas induk dan Pustu.
Rata-rata kunjungan Pustu masih rendah karena masyarakat lebih menginginkan pelayanan yang lengkap di Puskesmas Induk.
Kecuali Pustu Serangan yang lokasinya agak jauh dari induk dan Pustu di Dauh Puri yang merupakan Pustu dengan layanan Poned dan ada SPDGT 24 jam.
Untuk itu dalam mengoptimalkan layanan Pustu, pihaknya akan berusaha untuk lengkapi SDM seperti dokter, drg, sanpras dan ruangan.
"Kami masih terkendala dalam memenuhi kebutuhan SDM, Sanpras dan ruangan di Pustu agar bisa lebih lengkap layanannya seperti di Pustu Dauh Puri," pungkasnya. (GAB/002)