Dalung (Atnews) - Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) Bali akan menggelar Dzikir & Istighosah Kubro - Doa Untuk Keselamatan Bangsa dan Negara pada 21 September 2026.
Acara yang akan dihadiri Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah K.H. Masykur Al-Faruq ini diperkirakan akan diikuti sekitar 300 orang jamaah.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Agung Wilis Mengwi IKAWANGI Badung, Sitam, yang juga pengurus MPB.
"Insya Allah 300 jamaah akan hadir bermunajat bersama untuk keselamatan bangsa," ujar Sitam.
Istimewa: Dzikir di Kawasan Monumen Simbol Kerukunan 6 Agama
Acara ini istimewa karena digelar di kawasan monumen yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.
Di Jaba Tengah Pura Puncak, kawasan Monumen Perjuangan Bangsal, telah dibangun simbol-simbol tempat ibadah yang terdiri dari: Kelenteng, Gereja Katolik, Vihara, Gereja Protestan, dan Masjid.
Simbol kerukunan tersebut diresmikan langsung oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada 18 Mei 2021, menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-113.
Peresmian ini menegaskan jati diri Monumen Perjuangan Bangsal sebagai ruang temu kebhinekaan, di mana semangat perjuangan 1945 dan semangat toleransi berpadu menjadi satu.
Dalam perjalanan sejarah MPB, doa bersama lintas agama dan keyakinan juga pernah dilaksanakan oleh para orang suci dari berbagai agama dan keyakinan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kemenangan kepada para pejuang bangsa dalam melawan para penjajah.
Doa bersama itu dilakukan di ruang suci MPB sebagai ungkapan syukur dan bhakti kepada Tuhan. Oleh karena Tuhan sebagai pengusaha segalanya tentunya akan melindungi kaum yang lemah dan benar.
Keyakinan itu terus ditanamkan kepada generasi pejuang MPB dalam mengisi kemerdekaan RI yang memasuki usia 76 tahun, masih ada penderitaan dan kemiskinan yang dialami oleh rakyat itu sendiri.
Doa menjadi bagian penting dalam perjuangan sejarah Kemerdekaan Indonesia di Bali, karena diyakini memiliki kekuatan di luar kemampuan manusia.
Dengan menggelar Dzikir & Istighosah Kubro di Jaba Tengah Pura Puncak yang dikelilingi simbol 5 rumah ibadah tersebut, doa untuk keselamatan bangsa dipanjatkan dari jantung miniatur Indonesia.
Acara didukung penuh oleh Keluarga Besar Padepokan Metafisika Qulhugeni, Majelis Nurussyafaah, dan IKAWANGI Korlap Agung Wilis Mencari Dewata Bali (KRS/002)