Magang Berdampak BTID–Unud, 11 Mahasiswa Jadi Pengajar di SDN 2 dan 3 Serangan
Banner Bawah

Magang Berdampak BTID–Unud, 11 Mahasiswa Jadi Pengajar di SDN 2 dan 3 Serangan

Admin 2 - atnews

2026-09-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Magang Berdampak BTID–Unud, 11 Mahasiswa Jadi Pengajar di SDN 2 dan 3 Serangan
BTID–Unud Perkuat Pendidikan Serangan (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali terus mengambil peran aktif untuk mendukung ekosistem pendidikan di Desa Serangan.

BTID memfasilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 dan SDN 3 Serangan melalui kehadiran mahasiswa magang dari Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud). Sebanyak 11 mahasiswa kini telah memulai kegiatan mengajar di dua sekolah dasar tersebut.

Mereka mengajar dua mata pelajaran sesuai dengan jurusan di perkuliahan, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Bali. Adapun kegiatan magang dilakukan selama kurang lebih empat bulan, terhitung dari Agustus hingga November 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara BTID dengan Universitas Udayana. MoU tersebut secara resmi menyepakati kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, pelatihan, dan peningkatan sumber daya manusia. Masa berlaku kesepakatan kelembagaan ini ditetapkan selama tiga tahun sejak 2024.

Kegiatan magang ini sejalan dengan program Magang Berdampak, sebuah kebijakan pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi. Tujuannya tak lain adalah untuk menjembatani dunia akademik dengan dunia kerja nyata.

Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, menyatakan bahwa sinergi lintas institusi ini adalah wujud kepedulian kawasan terhadap ekosistem pendidikan agar tercipta pemerataan.

“Kami berharap kehadiran kakak-kakak mahasiswa ini bisa menjadi inspirasi dan semangat motivasi belajar yang baru bagi anak-anak di SDN 2 dan SDN 3 Serangan, sekaligus juga tentunya menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengasah keterampilan profesional mereka secara nyata di lapangan,” jelas Zefri.

Dampak positif dari sinergi ini langsung dirasakan oleh pihak sekolah yang sebelumnya kekurangan tenaga pengajar khusus. Perwakilan guru SDN 2 Serangan, Bapak Sentanu, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini.

“Kami sangat-sangat merasa terbantu. Kebetulan di sekolah ini tidak ada guru khusus lulusan Sastra Inggris maupun Bahasa Bali, sehingga guru kelas harus merangkap sejumlah mata pelajaran. Bantuan mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban kami, tetapi juga membawa ilmu dan kesegaran baru yang membuat anak-anak sangat excited belajar,” ungkapnya, yang juga diamini oleh Ibu Agung, sesama tenaga pendidik di SDN 2 Serangan.

Keduanya sangat berharap program tenaga pendidik ini dapat terus dilanjutkan ke depannya. Dari sisi peserta magang, program ini turut membuka wawasan baru. Perwakilan mahasiswa FIB Unud, Ni Putu Risty Sedani dan Taqiyya Firzanah, menceritakan pengalaman mereka saat turun langsung ke sekolah dasar.

“Awalnya saya tidak pernah terpikirkan untuk mencoba mengajar di sekolah dasar. Nah, bersyukur sekali ada magang mengajar dari BTID, sehingga kita dapat pengalaman. Hal ini juga membantu guru yang ada di sini ya,” tutur Risty dan Taqiyya.

Sementara itu, peserta lain yang kerap disapa Bella turut menjelaskan, “Saya belum pernah mengajar, belum pernah. Di sini saya langsung mengajar full time dari kelas 1-6, dan langsung merasakan bagaimana capeknya menjadi guru. Jadi menurut saya ini pengalaman luar biasa.”

Dari sisi akademisi, Dosen Pembimbing Universitas Udayana, Alit Ida, menambahkan bahwa inisiatif ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kampus.

“Program magang ini sangat bagus dan bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi universitas. Dari interaksi mahasiswa dengan pihak kawasan dan sekolah, kami mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna (user).

Hal ini sangat berharga bagi proses akreditasi dan perbaikan kurikulum kami ke depannya agar semakin relevan dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.

Melalui implementasi Magang Berdampak, BTID berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan masyarakat sekitar.

KEK Kura Kura Bali akan terus membuka ruang kolaborasi untuk ikut mengambil bagian dalam mendukung kualitas pendidikan generasi penerus (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kabur, Pasien Narkoba dari RSJ Bali di Bangli

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik