Dari Bali ke Mumbai: QRIS Indonesia–India Makin Dekat, Saatnya Bali dan UMKM Bersiap
Banner Bawah

Dari Bali ke Mumbai: QRIS Indonesia–India Makin Dekat, Saatnya Bali dan UMKM Bersiap

Admin 2 - atnews

2026-09-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Dari Bali ke Mumbai: QRIS Indonesia–India Makin Dekat, Saatnya Bali dan UMKM Bersiap
Trisno Nugroho (ist/atnews)
Oleh Trisno Nugroho 

Harapan agar wisatawan India yang datang ke Bali dapat berbelanja dengan mudah menggunakan QRIS tampaknya semakin mendekati kenyataan. Sebaliknya, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India juga diharapkan dapat bertransaksi secara praktis melalui sistem pembayaran digital yang saling terhubung.

Perkembangan terbaru datang dari Mumbai. Bisnis.com melaporkan bahwa Bank Indonesia menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan Reserve Bank of India/RBI, mencakup interkoneksi pembayaran lintas negara melalui QR, Local Currency Transaction/LCT Rupiah–Rupee, dan Local Currency Bilateral Swap Arrangement/LCBSA.

Pertemuan itu dilakukan oleh Gubernur BI Destry Damayanti dan Gubernur RBI Sanjay Malhotra di sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS di Mumbai pada 9–10 September 2026. 

Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi QRIS Indonesia–UPI India tidak lagi berhenti pada tataran diplomasi kepala negara.

Sebelumnya, Antara memberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kemajuan pembahasan cross-border QR payment linkage antara Indonesia dan India. PM Narendra Modi juga menyambut baik rencana integrasi UPI India dengan QRIS Indonesia. 

Dari pihak India, pesan yang disampaikan juga kuat. The Economic Times memberitakan pernyataan PM Modi bahwa UPI India akan terhubung dengan sistem pembayaran Indonesia, sehingga dapat memudahkan perjalanan, bisnis, dan transaksi masyarakat kedua negara. 

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar kerja sama teknis sistem pembayaran. Ini adalah bagian dari diplomasi ekonomi digital yang lebih besar. Melalui transaksi Rupiah–Rupee, hubungan ekonomi Indonesia–India dapat lebih efisien karena tidak selalu bergantung pada dolar AS. 

Dalam konteks BRICS, Bank Indonesia juga mendorong penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

Bagi Bali, maknanya sangat nyata. Data BPS Bali yang diberitakan Antara menunjukkan bahwa kunjungan wisman langsung ke Bali pada Juli 2026 mencapai 697.809 kunjungan, naik 15,34 persen dibanding Juni 2026.

Secara kumulatif Januari–Juli 2026, kunjungan wisman langsung ke Bali mencapai 3.900.965 kunjungan. Dalam periode yang sama, berdasarkan pemberitaan yang merujuk data BPS Bali, Australia tetap menjadi pasar terbesar dengan 977.376 kunjungan, disusul Tiongkok 344.149 kunjungan, dan India 317.680 kunjungan.

Dengan posisi ini, India jelas bukan lagi pasar pelengkap, tetapi salah satu pasar utama Bali yang harus dikelola lebih serius, terarah, dan berkualitas.

Di sinilah integrasi QRIS–UPI menjadi sangat strategis. Bayangkan wisatawan India datang ke Bali dan dapat membayar hotel, restoran, kopi, spa, transportasi, tiket wisata, suvenir, kerajinan, produk fesyen, hingga layanan desa wisata hanya dengan memindai QRIS.

Sebaliknya, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India juga dapat menikmati kemudahan pembayaran digital yang sama.

Namun manfaat QRIS antarnegara tidak boleh hanya berhenti di hotel besar, restoran besar, atau pusat perbelanjaan modern. UMKM Bali juga harus bersiap.

Pedagang kecil, pengrajin, warung lokal, pelaku kuliner, desa wisata, transportasi lokal, pasar seni, pelaku wellness, dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital ini.

Jangan sampai wisatawan sudah siap membayar secara digital, tetapi pelaku usaha lokal belum siap menerima transaksi. Karena itu, edukasi QRIS antarnegara perlu diperkuat sejak sekarang.

UMKM perlu memahami cara menerima pembayaran, mengecek transaksi, memastikan dana masuk, menjaga keamanan transaksi, dan menjelaskan proses pembayaran secara sederhana kepada wisatawan asing.

Tantangan pariwisata Bali ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi meningkatkan kualitas belanja dan pemerataan manfaat ekonomi.

Wisatawan India memiliki segmen yang luas: keluarga, pasangan bulan madu, rombongan pernikahan, MICE, kuliner, wellness, yoga, spiritual tourism, belanja, dan wisata budaya. Jika pembayaran semakin mudah, peluang belanja mereka di ekonomi lokal juga akan semakin besar.

Karena itu, promosi Bali ke pasar India perlu membawa narasi baru: Bali bukan hanya indah, spiritual, dan berbudaya, tetapi juga mudah, ramah wisatawan India, dan siap secara digital.

Informasi pembayaran sebaiknya disiapkan minimal dalam bahasa Inggris, dan bila memungkinkan dalam bahasa Hindi, terutama di hotel, restoran, pusat oleh-oleh, kawasan wisata, dan desa wisata.

Pada akhirnya, QRIS antarnegara Indonesia–India bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini tentang bagaimana diplomasi digital memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ini tentang bagaimana wisatawan India semakin mudah berbelanja di Bali, wisatawan Indonesia semakin mudah bertransaksi di India, dan UMKM Bali memperoleh peluang lebih besar dari arus pariwisata global.

Dari Bali ke Mumbai, dari QRIS ke UPI, dari wisatawan India ke UMKM Bali—momentum ini harus disambut dengan kesiapan, kolaborasi, dan visi besar. Bila dikelola dengan baik, integrasi QRIS Indonesia–India dapat menjadi tonggak penting menuju pariwisata Bali yang lebih inklusif, modern, berkualitas, dan memberi manfaat langsung bagi ekonomi rakyat (tnu).

*) Trisno Nugroho, Pengamat Ekonomi dan Pariwisata

Baca Artikel Menarik Lainnya : Penyaluran Dana Desa Akan Membaik

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik