Kalteng (Atnews) - Ketua Panitia Majelis Tertinggi Mahasabha XIII PHDI Tahun 2026 Letjen TNI I Nyoman Cantiasa dalam sambutannnya pada FGD (Forum Group Discusition) Pra Mahasabha XIII di Palangkaraya Kalteng menyampaikan bahwa kehadirannya bukan semata-mata hanya dalam kegiatan FGD Pra Mahasabha.
Namun, kesempatan itu juga dalam rangka menyapa dan menengok keluarga besar Umat Hindu Kaharingan yang sedang mengalami musibah kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) di Kalteng agar tetap kuat, tabah dan sabar, kita semua mendoakan semoga situasi dan kondisi cepat normal kembali.
Kegiatan FGD Pra Mahasabha ke empat ini dengan tujuan Wilayah Kalteng karena ada hal strategis disamping jumlah umat Hindu yang cukup besar sekitar 170.000 orang, juga adanya Umat Hindu Kaharingan (Agama kearifan lokal) sehingga perlu mendengar aspirasi umat dan belanja masalah ditanah Dayak Kalimantan Tengah ini yang berkaitan dengan kondisi keumatan di daerah dan isu kelembagaan Keumatan lokal maupun nasional.
FGD itu diharapkan menjadi rekomendasi dalam pelaksanaan Mahasabha XIII yang akan dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 8 sd 11 Oktober 2026.
FGD di Kalimantan Tengah ini adalah yang ke 4 dimana sebelumnya dilaksanakan di Bali, NTB dan Sulawesi Tengah dengan karakter dan masalah yang berbeda di Kalimantan Tengah, FGD dihadiri oleh Jajaran PHDI Kalimantan Tengah baik Provinsi, Kabupaten dan Kota, Ketua PHDI Kalimantan Selatan, MB AHK (Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan), Forkominda, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Akademisi dan Tokoh Pemuda serta Ormas Hindu di Kalimantan Tengah.
Sambutan pertama disampaikan oleh Prof. Tiwi Atika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D. sebagai Rektor IAHN (Institut Agama Hindu Negeri) Tampung Penyang Palangkaraya Kalteng sekaligus sebagai tuan rumah pelaksanaan FGD kali ini. Dalam sambutannya Prof Tiwi menyampaikan bahwa Lembaga Kampus yang dia pimpin berusaha menjadi Lembaga yang memiliki keunggulan Kompetitif dan berkontribusi kepada Masyarakat. Mampu membangun karakter mahasiswa Hindu dan civitas akademika, menjadi tauladan bagi Masyarakat dan keluarga.
“Mahasiswa jangan hanya mengutamakan prestasi akademis, tapi harus lebih banyak mengasah nilai nilai diri dengan attitude yang tinggi. Lebih banyak mengasah empati dan kepedulian untuk maju berkembang bersama” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut Rektor Srikandi muda ini meminta peran para tokoh dan Lembaga di pusat khususnya PHDI Pusat sebagai Rumah Besar Umat Hindu untuk membantu meningkatkan grade Institute menjadi status Universitas.
Sementara itu, Ketua Panitia Mahasabha XIII, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan kebahagiaannya bisa hadir untuk menyerap aspirasi di tengah situasi dan kondisi bencana kebakaran beberapa waktu yang lalu. “Saya awalnya ragu apakah bisa terlaksana atau tidak, namun atas kehendak Tuhan Yang Kuasa cuaca kabut asap sudah berkurang dan penerbangan terbuka kita akhirnya bisa berkumpul disini dan bisa tatap muka bersimekrama,” ujar Cantiasa yang juga Ujarnya mantan Danjen Kopassus.
Dalam kesempatan tersebut Cantiasa juga menekankan kembali arti penting menjaga persatuan internal Umat Hindu untuk saling memperkuat dan membantu saudara-saudara kita dalam situasi apapun baik suka maupun duka seperti saat ini, tingkatkan terus toleransi antara umat beragama untuk menjaga Harmoni melalui forum FKUB dan bahu membahu membangun Bangsa di era tantangan dinamika globalisasi saat ini.
“Mahasabha yang akan kita laksanakan tidak hanya kegiatan serimonial belaka, Mahasabha adalah ruang strategis dalam pengambilan Keputusan, wadah transformasi ide dan gagasan sekaligus Menyusun perencanaan dan aksi dalam pencapaian.
Mengakhiri sambutannya Cantiasa menyampaikan pesan Menteri agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. saat Audiensi beberapa waktu lalu, bahwa jangan jadikan perbedaan Agama sebagai ajang konflik tapi jadikan kekuatan potensi membangun Bangsa Indonesia yang penuh warna keberagaman.
Berbeda dalam keyakinan bertemu dalam kemanusiaan.
Pada FGD di Kalimantan Tengah ini, salah satu yang menjadi pokok bahasan diskusi adalah masukan tentang Isu-isu lokal dan Transformasi Kelembagaan baik AD/ART PHDI Pusat dan Garis Besar Haluan Organisasi PHDI Pusat.
Semua masukan kegiatan FGD Pra Mahasabha akan dibawa ke Jakarta sebagai bahan SC (Sterring Comitte) dalam Mahasabha XIII untuk digabungkan hasil FGD kewilayah sebelumnya. Di akhir sambutannya Cantiasa selaku Ketua Panitya Mahasabha menyampaikan trimakasih kepada Keluarga Besar Umat Hindu di Kalimantan Tengah dan Panitya Daerah khususnya Ketua PHDI Prov, Kalimantan Tengah Bapak Wayan Suata dan Jajarannya atas kerjasamanya sehingga kegiatan FGD berjalan aman, lancar dan Succes,” ujarnya. (Z/001)