Tantowi Kagumi Petualangan Solo Ride Ngurah Wijaya, Kunjungi 79 Negara di Lima Benua
Banner Bawah

Tantowi Kagumi Petualangan Solo Ride Ngurah Wijaya, Kunjungi 79 Negara di Lima Benua

Admin 2 - atnews

2026-09-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tantowi Kagumi Petualangan Solo Ride Ngurah Wijaya, Kunjungi 79 Negara di Lima Benua
Tantowi Yahya (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Tantowi Yahya, President Commissioner PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang juga menjabat sebagai President United in Diversity (UID) Foundation menghadiri acara istimewa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Ida Bagus Ngurah Wijaya di Denpasar, Jumat (11/9).

Acara itu sekaligus dua buku berjudul “Menembus Horizon” dan "World Solo Ride: Dari Bali, Membawa Merah Putih Menjelajah Dunia".

"Tadi malam hadir di acara istimewa, peringatan HUT ke-75 Ida Bagus Ngurah Wijaya sekaligus peluncuran buku catatan perjalanannya mengunjungi 79 negara di 5 benua dengan menunggang sepeda motor sendiri (solo ride-red)," kata Tantowi yang juga Duta Besar RI untuk Selandia Baru periode 2017–2021/2022.

Ia mengagumi petualangan monumental itu diselesaikannya dalam waktu 7 tahun (2019-2026).

Tidak banyak orang Indonesia yang sanggup melakukannya. Bukan saja soal kemampuan finansial tetapi juga kekuatan fisik, melawan kesendirian, adaptasi dengan budaya dan iklim yang tidak bersahabat dan rintangan-rintangan lainnya. Di usia yang sudah tidak muda lagi, dia sanggup melakukannya.

"Di Bali Ngurah bukan orang sembarangan. Dia lahir di Grya, hidup dalam kemewahan, punya sederet gelar kebangsawanan dan akademik (dia sarjana pariwisata dari Prancis), punya hotel, dihormati dan berbagai atribut yang menjamin kenyamanan lainnya. Ngurah memilih mengembara seorang diri berbulan-bulan lamanya. Menginap di losmen seadanya, terkadang dengan sopir-sopir truk. Begitu juga soal makan," bebernya.

Sebagai pengembara, Ngurah menyaksikan dan mengalami berbagai kejadian menarik. Banyak yang menyenangkan tetapi ada pula yang membuatnya khawatir satu diantaranya Covid -19. Dia sedang dalam pengembaraannya ketika pandemi terjadi.

"Ketika saya tanya apa yang dia dapat dari semua itu? Jawabannya sederhana : negeri kita paling cantik sedunia," bebernya.

Tantowi merasa bangga menjadi koleganya dan teman-teman dan sahabatnya menjadi saksi kehebatan Ngurah Wijaya.
               
Acara peluncuran itu semakin spesial karena dihadiri banyak tokoh, pengusaha, dan kerabat. Semakin bermakna dengan talk show bersama tiga guru besar dari Universitas Udayana (Unud) yakni Prof. IB Wyasa Putra, Prof. Nyoman Sunartha, dan Prof. I Dewa Palguna yang juga Ketua MKMK.

Hadir pula Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingarta, S.IP., M.Sc., Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa di Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, yang juga Komandan Paspampres di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, Komisaris Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Selain itu, Tokoh pariwisata Bali sekaligus pemilik kapal Bounty Cruise I Gde Wirata, Arsitek Popo Danes yang juga penggagas The Wisnu Fondation, Tokoh Penglingsir sekaligus Pelestari Pariwisata dan Seni Budaya Tjokorda Gde Putra A.A. Sukawati (Cok Putra), Penglingsir Puri Agung Pemecutan Anak Agung Ngurah Putra Dharma Nuraga, Pengelana Global Putu Suasta yang juga Pendiri LSM Jarrak, Sugi Lanus seorang filolog, pembaca manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, serta pengamat budaya terkemuka asal Bali.

Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha, Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Sastrawan Warih Wisatsana, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Prof Dr Ir I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa MT, Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya, Viraguna Bagoes Oka sebagai Pemerhati Masalah Ekonomi/Bisnis Keuangan dan Perbankan.

Peluncuran buku tersebut diapresiasi secara daring oleh Mari Elka Pangestu yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dari tahun 2011 hingga 2014 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jero Wacik, mantan menteri Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (Z/002). 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Joko Widodo: Realisasi Dana Desa 99 Persen itu Tinggi Sekali

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik

Bali Dalam Fenomena Kutukan Orang Baik