Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif hingga Juli 2026, Ketahanan Sektor Kian Menguat
Banner Bawah

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif hingga Juli 2026, Ketahanan Sektor Kian Menguat

Admin 2 - atnews

2026-09-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif hingga Juli 2026, Ketahanan Sektor Kian Menguat
Pariwisata Indonesia Cetak Tren Positif (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) - Sektor pariwisata Indonesia hingga Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan positif dan daya tahan yang kuat di berbagai indikator utama pariwisata nasional yang tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, hingga tingkat okupansi hotel.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (9/9/2026) mengatakan berbagai capaian hingga saat ini memberikan alasan bagi kita untuk tetap optimistis di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian dan juga tantangan di dalam negeri sendiri.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” kata Menpar.

Pertumbuhan positif ini mempertegas peran pariwisata dalam memberikan manfaat serta berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian di berbagai daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya tumbuh 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen.

Seiring membaiknya situasi di Timur Tengah, kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut juga kembali mencatat pertumbuhan positif. Sementara pasar Eropa, meskipun masih mengalami kontraksi, juga mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi pasar yang dilakukan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Menpar Widiyanti mengatakan, pertumbuhan pariwisata memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Pada Semester I 2026, devisa pariwisata berhasil menembus 8,43 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 145,13 triliun.

Angka ini tumbuh 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8,20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 134,68 triliun.

Capaian ini melanjutkan tren positif devisa pariwisata Indonesia. Pada triwulan II 2026 sendiri, devisa pariwisata mencapai 4,39 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 76,99 triliun. Relatif stabil dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.

"Artinya, di tengah dinamika geopolotik, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan," kata Menpar.

Menpar menyampaikan bahwa setiap transaksi wisatawan, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga belanja produk UMKM turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

Devisa yang masuk kemudian menggerakkan rantai ekonomi hingga ke masyarakat. Karena itu, pertumbuhan devisa semakin menguatkan arah pembangunan pariwisata berkualitas.

“Bagi kami, angka ini penting. Karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Menpar.

Menpar juga menyampaikan perhitungan Tourism Satellite Account yang disusun BPS mencatatkan kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp 1,139 triliun, meningkat dari Rp 1,057 triliun di tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut ditopang dari mobilitas wisatawan nusantara yang tetap tinggi, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, membaiknya konektivitas, serta semakin banyaknya penyelenggaraan event nasional dan internasional.

"Angka ini mencerminkan nilai ekonomi yang tercipta dari aktivitas wisata yang menggerakan usaha, membuka peluang kerja, dan memperluas manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah," tutur Menpar.

Wamenpar Ni Luh Puspa menambahkan pertumbuhan utama sektor pariwisata salah satunya juga ditopang oleh perjalanan wisatawan nusantara.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara, tumbuh 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, jumlah perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri secara kumulatif periode Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,26 juta perjalanan, turun 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia surplus mencapai 3,71 juta.

Peningkatan aktivitas sektor pariwisata juga tercermin dari kinerja industri akomodasi, pada periode Januari hingga Juli 2026, tingkat okupansi hotel berada pada 49,13 persen, atau meningkat 2,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menjadi indikasi semakin stabilnya industri perhotelan setelah pada 2025 sempat mengalami penurunan selama beberapa bulan.

“Hal ini penting, karena pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan. 

Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi,” ucap Wamenpar.

Program Pemerintah

Selain menjaga kinerja sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata juga terlibat aktif dalam berbagai program lainnya.

Pada peringatan HUT ke-81 RI, Kementerian Pariwisata menghadirkan aktivasi digital “Pesona Panjat Pinang” melalui semangat “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja”. 

Kementerian Pariwisata juga berpartisipasi dalam “Pesta Rakyat” yang diperkirakan dipadati 600 ribu pengunjung dengan tambahan output nasional sebesar Rp748,25 miliar.

Kementerian Pariwisata turut memeriahkan “Karnaval Kemerdekaan” di kawasan Monas dengan mengusung tema Rumah Gadang yang merepresentasikan pariwisata Sumatra Barat, Puteri Indonesia sebagai duta pariwisata.

Program lainnya yang terus didukung oleh Kementerian Pariwisata adalah “S’RASA (Rasa Rempah Indonesia)”. Program kolaborasi enam kementerian dan lembaga ini hadir untuk memperkuat ekspor rempah sekaligus meningkatkan citra Indonesia di dunia melalui gastrodiplomasi.

Sepanjang satu tahun pelaksanaannya, melalui business matching pada Trade Expo Indonesia telah menghasilkan kesepakatan pembukaan restoran Indonesia di Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.

Kementerian Pariwisata juga terus memperkuat ekosistem restoran Indonesia di luar negeri melalui fasilitasi akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Pariwisata Berkualitas

Pertumbuhan kepariwisataan Indonesia harus beriringan dengan aspek kualitas dan keselamatan. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata terus memperkuat Program Peningkatan Keselamatan Berwisata melalui “Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari” sebagai bagian dari tugas pembantuan bersama Pemerintah Daerah. 

Penguatan kapasitas ini dilakukan di delapan provinsi, melibatkan pengelola destinasi, kelompok sadar wisatawa, pemandu wisata, pelaku usaha pariwisata, masyarakat pesisir, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pelatihan mencakup identifikasi potensi bahaya, pemanfaatan informasi cuaca, prosedur tanggap darurat, teknik penyelamatan dasar, hingga simulasi kondisi darurat. 

“Bagi kami, keselamatan bukan sekadar pelengkap. Keselamatan adalah fondasi dari pariwisata yang berkualitas,” kata Wamenpar.

Kementerian Pariwisata juga mulai mempersiapkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2027, dengan target dukungan kembali terhadap 125 event.

Sosialisasi kurasi KEN 2027 telah dilaksanakan sejak Agustus, sehingga pemerintah daerah memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan event-event terbaiknya.

“Event bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi mampu memperkuat identitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan, melibatkan UMKM dan pekerja seni, serta menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutur Wamenpar.

Selain event daerah, Kementerian Pariwisata juga terus mendukung penyelenggaraan event internasional berkualitas. Salah satunya adalah konser “Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour”, yang akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Konser di Borobudur dan Jakarta diperkirakan berpotensi menghasilkan dampak ekonomi sekitar 44 juta dolar AS atau setara Rp 792 miliar.

“Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens internasional,” kata Menpar.

Program unggulan lainnya adalah Desa Wisata yang sampai dengan 1 September 2026 Indonesia telah memiliki 6.400 desa wisata.

Pengembangan desa wisata penting karena membawa pertumbuhan pariwisata langsung ke tingkat masyarakat. 

Pada Agustus, Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia menyelenggarakan Bootcamp Peningkatan Kapasitas Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim, yang diikuti 25 desa wisata dari lima provinsi.

Kementerian Pariwisata juga mendukung Karya Kreatif Indonesia 2026, yang menghadirkan enam desa wisata unggulan dengan tema Area Jelajah Pesona Nusantara yang membuka akses pemesanan paket wisata.

Promosi Pariwisata Indonesia

Pertumbuhan sektor pariwisata juga dilakukan melalui penguatan promosi pariwisata Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Sepanjang Agustus 2026, kegiatan promosi dilakukan melalui pameran wisata, sales mission, serta business networking seperti Sales Mission Autralia, BBWI Travel Fair Merdeka Berwisata, Sales Mission Edutrip School Gathering, hingga Luxury Business Networking. Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan potensi perjalanan sebanyak 16,877 orang. 

Strategi promosinya juga dilakukan sesuai dengan segmentasi pasar, mulai dari wisata edukasi, marine tourism, wellness, gastronomi, pasar domestik, hingga wisatawan premium.

Dengan cara ini, promosi tidak hanya bertujuan membangun awareness tentang Indonesia, tetapi semakin diarahkan untuk menghasilkan perjalanan dan transaksi nyata bagi industri pariwisata.

Sinergi Pemulihan Destinasi

Di tengah pertumbuhan yang terus dijaga, sektor pariwisata Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam negeri yakni bencana alam yang berdampak terhadap destinasi dan juga masyarakat.

"Karena itu, keselamatan wisawatan, kejelasan informasi, dan percepatan pemulihan destinasi menjadi prioritas kami," kata Wamenpar.

Salah satunya kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Bromo-Tengger-Semeru yang menyebabkan penutupan aktivitas wisata. 

Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan sebagai pengelola kawasan sekaligus memastikan wisatawan memperoleh informasi yang jelas terkait kondisi destinasi, termasuk mekanisme refund maupun rescheduling selama masa penutupan. Setelah penanganan dilakukan, kawasan wisata Bromo telah kembali di buka.

"Bagi kami, pembukaan kembali destinasi harus selalu mempertimbangkan kesiapan kawasan dan keselamatan wisatawan. Ke depan, koordinasi lintas kementerian dan pengelola destinasi perlu terus diperkuat, termasuk mitigasi kebakaran dan pengelolaan risiko pada musim kering," ujar Wamenpar.

Pengembangan sekaligus penguatan ketahanan destinasi pariwisata prioritas juga menjadi perhatian Kementerian Pariwisata termasuk Labuan Bajo dan wilayah Flores.

Gempa bumi sebesar 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah  memberikan dampak bagi sektor pariwisata. 

Sejumlah destinasi sempat ditutup, sementara daya tarik wisata, akomodasi, aksesibilitas, dan desa wisata mengalami kerusakan. Beberapa event juga harus ditunda maupun dibatalkan.

Kementerian Pariwisata dipimpin oleh Menpar, melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Flores, asosiasi, dan pelaku industri untuk memastikan langkah pemulihan berjalan terarah. 

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan bahwa aktivitas pariwisata di Labuan Bako telah berjalan dan dapat menerima kunjungan wisatawan secara normal. Arus kunjungan wisatawan relatif terjaga pascagempa.

Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar juga telah kembali di buka setelah sempat mengalami penutupan sementara pada periode tertentu untuk kepentingan keselamatan wisatawan. Sejumlah atraksi wisata darat juga tetap beroperasi.

Tentunya keselamatan wisatawan tetap terjaga tanpa menimbulkan persepsi bahwa seluruh Flores terdampak dengan tingkat yang sama.

Selain itu, peristiwa kebakaran melanda Desa Adat Ende, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menpar kemudian bergegas meninjau lokasi kejadian dan melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menyusun langkah janga pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan data pada 27 Agustus 2026, sebanyak 75 hunian rusak total, 20 hunian lain terdampak di luar Dusun Sade, serta 11 tempat pertemuan dan berbagai fasilitas pendukung mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 33,84 miliar.

Untuk jangka pendek, Kementerian Pariwisata memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui dukungan makanan dan logistik, dapur umum, trauma healing, bimbingan teknis, serta pemberdayaan pokdarwis. 

Sementara, untuk jangka panjang, Kementerian Pariwisata mendorong rencana aksi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat dalam menyusun Master Plan Rekonstruksi Desa Adat Sade, pengumpulan dukungan rekonstruksi melalui satu pintu dan pembangunan rumah layak tinggal.

"Yang sangat penting, proses pembangunan kembali Sade harus dilakukan bersama masyarakat, serta para pemangku kepentingan untuk tetap mempertahankan karakter serta identitas budaya Suku Sasak," kata Menpar.

Dalam koordinasi tersebut, Menpar bersama pemangku kepentingan juga membahas pengembangan Lombok-Gili Tramena dengan arah pembangunan pariwisata yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kemudian di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, dihadapkan pada bencana vulkanologi, yakni erupsi gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap pembatalan 4.132 penerbangan dan 450 ribu penumpang.

Dalam hal ini, Menpar telah mengimbau kepada online travel agent (OTA) dan Biro Perjalanan untuk memberlakukan keadaan force majeur, sehingga semua biaya tiket  dapat dikembalikan 100 persen dan mempermudah proses reschedule tanpa tambahan biaya apapun.

“Bencana dan musibah yang terjadi ini, mengingatkan kita bahwa, ketahanan harus menjadi bagian dari pembangunan pariwisata Indonesia. Bagi kami, prinsipnya jelas melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh,” tutur Menpar.

Menpar menyampaikan sederet capaian ini perlu dijaga dengan kerja keras dan kolaborasi, karena perjalanan tahun 2026 masih berlanjut.

Kita harus menjaga pertumbuhan wisatawan, memperkuat daya saing destinasi, meningkatkan keselamatan dan paling penting memastikan pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Melihat capaian yang telah kita bangun bersama, harapan itu tetap ada. Dengan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, komunitas, masyarakat dan seluruh ekosistem pariwisata. Saya percaya kita dapat menjaga momentum ini hingga akhir tahun.

Mari terus bekerja bersama untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia," tutur Menpar (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Anggota Satgas TMMD Melayat Jro Mangku yang Meninggal pada Usia 105 Tahun

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Badung Luncurkan SIGAP EMAS, Kawal Masa Emas Anak yang Tumbuh di Balik Jeruji

Badung Luncurkan SIGAP EMAS, Kawal Masa Emas Anak yang Tumbuh di Balik Jeruji