RRI: Radio Perjuangan Berjiwa Tri Prasetya di Tengah Badan Digital
Banner Bawah

RRI: Radio Perjuangan Berjiwa Tri Prasetya di Tengah Badan Digital

Admin 2 - atnews

2026-09-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - RRI: Radio Perjuangan Berjiwa Tri Prasetya di Tengah Badan Digital
Bagus Ngurah Rai (ist/atnews)
Oleh Bagus Ngurah Rai 

Sejarah: Suara Proklamasi Yang Membakar Nusantara

Radio di Indonesia lahir dari rahim perjuangan. Tanggal 17 Agustus 1945, detik-detik Proklamasi dikumandangkan, RRI-lah corong pertama yang menyiarkannya ke seluruh pelosok tanah air. Di tengah ancaman penjajah, para penyiar dan teknisi RRI mempertaruhkan nyawa demi satu kalimat: "Indonesia Merdeka".

Itulah RRI. Bukan radio biasa. RRI adalah Radio Perjuangan.

Jiwanya adalah Tri Prasetya: Setia, Berjuang, dan Mengabdi. Setia kepada Negara Kesatuan RI, Berjuang melawan penjajahan dan kebodohan, Mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di Bali, semangat itu diwariskan oleh dua pilar siaran kita:

RRI Denpasar mulai mengudara dan resmi berdiri pada tanggal 9 November 1950. Dulu berlokasi di Jalan Melati, kini berkantor di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Dari sinilah suara gamelan, wacana adat, berita, dan aspirasi rakyat Bali mengudara ke Nusantara.

RRI Singaraja resmi berdiri sebagai stasiun relay pada 1 Mei 1957. Lokasi awalnya di Gedung peninggalan Belanda di Jalan Gajah Mada No. 144, Singaraja. Dari kota tua Singaraja, suara perjuangan, berita, dan geguritan menjadi pengikat warga Bali Utara.

RRI Denpasar dan Singaraja bukan hanya stasiun. Mereka adalah monumen hidup perjuangan udara di tanah Dewata.

Masa Kejayaan: Ketika Radio adalah Raja

Tahun 70-an sampai 90-an, radio adalah raja. Pagi disambut berita, siang ditemani request, malam dihibur sandiwara dan tembang. Radio masuk ke pura saat odalan, ke sawah, ke pasar.

Kenapa dicinta? Karena radio mengerti rakyat. Bahasa membumi, informasi cepat, hiburan dekat. Penyiar adalah semeton.

Tantangan: Badai Digital Yang Paling Canggih

Hari ini kita diterpa "Iron Storm" digital. TikTok, Podcast, YouTube, AI.

Algoritma lebih cepat dari pemancar. Konten 15 detik bisa mengalahkan siaran 1 jam.

Tantangannya: "Apakah RRI mau berubah atau hanya jadi museum suara?"
Anak muda tidak lagi cari frekuensi. Mereka cari cerita dan vibes.

Kemasan: Informasi, Hiburan, dan Mengawal Budaya Bali

Senjata kita: Kemasan dengan Jiwa Tri Prasetya.

RRI ke depan harus jadi 3 hal:

1. Informasi yang Setia dan Terpercaya → Di tengah hoaks, RRI harus jadi rujukan. Fakta, bukan opini. Jernih, bukan partisan.

2. Hiburan yang Berjuang Mencerdaskan → Bukan sekadar musik. Tapi podcast budaya, drama radio, kuis sejarah, live streaming yang dikemas kekinian.

3. Pengawal Budaya Bali → Ini tugas suci. Ke depan RRI harus terus mengawal dan menjaga budaya Bali. Menyiarkan bahasa Bali alus, kidung, wacana adat, nilai Tri Hita Karana, dan cerita lontar. Teknologi boleh 4.0, tapi isinya harus tetap berbau dupa dan canang. Jangan sampai generasi kita lupa dengan gong dan lebih hafal notifikasi.

Kesiapan SDM: Mental Baja Berjiwa Prasetya

Alat canggih tanpa SDM, percuma. 
Penyiar RRI masa depan harus punya 3 hal: Skill Digital, Nyali Pejuang, dan Hati Pengabdi.

Bisa edit, bisa streaming, bisa bikin konten. Tapi tetap memegang teguh Tri Prasetya: Setia pada kebenaran, Berjuang melawan pembodohan, Mengabdi untuk bangsa dan budaya.

Dulu RRI menang karena berani menyiarkan Proklamasi. Hari ini RRI harus menang karena berani beradaptasi, tanpa melepas jiwa Tri Prasetya dan tanpa meninggalkan budaya Bali.

"Hidup ini Pilihanku, Badai ini Tempatku. Integritas ini Jalanku."

Di tengah badai digital, mari kita pastikan suara perjuangan itu tetap mengudara.

Ucapan Selamat HUT RRI KE-81

Dengan penuh hormat,
Keluarga Besar LVRI Bali
Keluarga Besar DHD Angkatan '45 Provinsi Bali dan Keluarga Besar Monumen Perjuangan Bangsal

Turut menyampaikan:
DIRGAHAYU HUT RRI KE-81
11 September 2026
"RRI: Terus Bersuara, Menjaga Integritas, Mengawal Budaya Bangsa"

*) Bagus Ngurah Rai Purnatugas Karyawan RRI Denpasar dan Singaraja

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Ingin Jajarannya Bekerja Cepat, Tepat dan Cermat

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Badung Luncurkan SIGAP EMAS, Kawal Masa Emas Anak yang Tumbuh di Balik Jeruji

Badung Luncurkan SIGAP EMAS, Kawal Masa Emas Anak yang Tumbuh di Balik Jeruji