Jakarta (Atnews) - Agrosociopreneur AA Gede Agung Wedhatama asal Bali yang juga Penggerak Petani Muda Keren (PMK) meraih Svarna Bhumi Award 2026.
Penghargaan itu diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kick Andy/Metro TV dan BenihBaik.com diselenggarakan di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (21/8).
Agung Wedha mengharumkan nama Bali meraih penghargaan itu bersama Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, Asri Saraswati, Ella Rizki Farihatul Maftuhah dan Fikrang.
Svarna Bhumi Award 2026 sebagai bentuk penghargaan bagi para “Pahlawan Pangan Indonesia”—sosok yang dinilai memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi pertanian serta ketahanan pangan Indonesia.
Acara itu mengusung tema “Pengabdian untuk Ketahanan Pangan Negeri.” Penilaiannya menitikberatkan pada dampak kepada masyarakat, pemberdayaan, hasil nyata, perjuangan, dan kegigihan para kandidat.
Dari proses seleksi, nominasi mengerucut menjadi 17 nominasi utama, kemudian dipilih 5 Pahlawan Pangan, ditambah Special Achievement dan Pilihan Pemirsa.
Penyelenggara memang menetapkan lima Pahlawan Pangan setelah proses seleksi yang mengerucut menjadi 17 nominasi utama. Kriteria utama juri adalah dampak nyata, manfaat/pemberdayaan, perjuangan, serta kegigihan para kandidat.
Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar sebagai peneliti & inovator pertanian, dikenal melalui pengembangan teknologi mikroba/MIGO untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kualitas tanah.
Ada pula Asri Saraswati, penggerak pertanian dan pemberdayaan masyarakat melalui Agradaya/Murakabi Minggir.
Ella Rizki Farihatul Maftuhah, penggerak Nira Lestari, dengan pemberdayaan petani dan pengembangan komoditas nira.
Fikrang, founder/CEO Tambakmi Farm (PT Kreatif Laut Indonesia), entrepreneur muda di sektor perikanan/budidaya.
Sedangkam AA Gede Agung Wedhatama sebagai penggerak Petani Muda Keren dan Agrosociopreneur yang membangun ekosistem pemberdayaan petani muda, akses pasar, teknologi pertanian, dan ekspor produk pertanian Indonesia, salah satunya ekspor salak ke China.
"Harapannya kedepan Petani Muda Keren bisa semakin memberikan dampak positif dalam regenerasi petani muda untuk kemajuan pertanian indonesia," ujar Gung Wedha yang juga Komisaris Utama PT. BOS AA Gede Agung Wedhatama didampingi Direktur Dwi Permata Sari.
Gung Wedha memulai langkah awal di bidang agribisnis melalui pembuatan pupuk dan pendampingan petani pada 2013.
Selanjutnya, Komunitas PMK resmi dibentuk pada 2019, bermula dari kelompok kecil beranggotakan sekitar 20 pemuda di Desa Gobleg, Buleleng, Bali.
Sektor pertanian semakin dilirik ketika masa Pandemi (2020-2022). Saat sektor pariwisata Bali jatuh, PMK menarik ribuan pemuda untuk beralih dan melihat peluang emas di sektor agrikultur.
Gugn Wedha mengajak para pemuda kembali bertani dan cerdas mengolah lahan serta berorientasi pada pasar internasional. Apalagi Bali sebagai daerah destinasi pariwisata dunia. (GAB/002)