Tabanan (Atnews) - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo meluncurkan program Narasemesta Jasindo 2026 di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Mengusung semangat “Menjaga Warisan Nyambu Hari Ini untuk Menguatkan Desa dan Melindungi Perjalanan di Masa Depan”, program ini mengintegrasikan digitalisasi, penguatan kapasitas masyarakat, promosi destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan perlindungan perjalanan.
Desa ini dipilih karena memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat. Sebanyak 61% wilayah desa merupakan lahan pertanian produktif yang ditopang 22 titik mata air dan sistem subak yang masih aktif. Selain lanskap persawahan yang asri, Desa ini juga memiliki 67 pura dan situs suci heritage yang menjadi bagian penting dalam merawat akar budaya Bali Mula.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan kekuatan Desa di Tabanan ini tidak hanya terletak pada potensi alam dan budayanya, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola kegiatan pariwisata. Karena itu, Narasemesta Jasindo dirancang dengan pendekatan yang selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
“Desa ini memiliki kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang sangat kuat. Karena itu, kami mengarahkan program Narasemesta Jasindo untuk membantu memperkuat potensi tersebut melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan pengalaman wisata, sekaligus memperluas akses promosi. Pendekatan ini kami selaraskan dengan semangat Tri Hita Karana agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” kata Brellian.
Menurut Brellian, sebagai perusahaan asuransi, Asuransi Jasindo juga melihat pentingnya menghadirkan aspek perlindungan dalam pengembangan ekosistem pariwisata. Karena itu, Narasemesta Jasindo turut membuka ruang untuk mengintegrasikan sistem reservasi wisata dengan produk Travel Insurance dan Personal Accident (PA) Asuransi Jasindo, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan perjalanan bagi wisatawan dan pengelola destinasi.
“Bagi kami, perlindungan merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan. Karena itu, kami ingin menghadirkan perlindungan sejak wisatawan merencanakan perjalanan hingga menikmati pengalaman di destinasi. Harapannya, wisatawan dapat berkunjung dengan lebih aman dan nyaman, sementara pengelola destinasi juga semakin memahami pentingnya pengelolaan risiko dalam kegiatan pariwisata,” ujar Brellian.
Dalam implementasinya, Narasemesta Jasindo kali ini diwujudkan melalui sejumlah inisiatif, salah satunya pengembangan website Desa sebagai digital gateway yang memuat informasi dua destinasi, paket wisata, kalender kegiatan, hingga sistem reservasi wisata. Sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan database dan monitoring kunjungan wisatawan.
Representative Manager Cabang Bali Asuransi Jasindo, Erwin Arys Sasongko, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan ekosistem desa agar potensi yang dimiliki dapat lebih mudah dikenal dan diakses oleh wisatawan.
“Melalui website dan sistem reservasi yang dikembangkan, kami ingin membantu pengelola Desa Wisata Nyambu memiliki kanal digital yang dapat dikelola secara mandiri. Wisatawan juga akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai destinasi, paket wisata, maupun aktivitas yang dapat dilakukan,” ujar Erwin.
Selain digitalisasi, Asuransi Jasindo juga mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa melalui pelatihan strategi promosi desa wisata, storytelling, pengelolaan media sosial, dan digital marketing. Asuransi Jasindo turut menyediakan dua unit smartphone untuk mendukung produksi konten promosi destinasi.
“Potensi Desa Nyambu sebenarnya sudah sangat kuat. Yang kami dorong adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikemas dan dikomunikasikan dengan lebih baik melalui konten digital. Karena itu, selain perangkat, kami juga memberikan penguatan kemampuan kepada pengelola agar mereka dapat terus memproduksi dan mengembangkan konten secara mandiri,” jelas Erwin.
Untuk memperkaya pengalaman wisatawan, Asuransi Jasindo mendukung pengembangan aktivitas sepeda susur sawah dan budaya melalui penyediaan 13 sepeda dewasa, dua sepeda anak, dan 15 helm. Program juga dilengkapi dengan enam papan informasi di Rumah Nyambu yang memuat informasi mengenai sejarah desa, paket dan jalur wisata, kearifan lokal, serta berbagai destinasi yang dapat dikunjungi. Penguatan promosi Desa juga dilakukan melalui aktivasi di PEKEN Jasindo Tabanan, dengan memperkenalkan cerita, visual, paket wisata, serta keunggulan destinasi kepada masyarakat dan calon wisatawan. Promosi turut diperluas melalui keterlibatan media, KOL, dan influencer untuk memperkenalkan pengalaman wisata kepada khalayak yang lebih luas.
Menurut Erwin, rangkaian program tersebut dirancang agar pengembangan destinasi tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat peran masyarakat sebagai pengelola
sekaligus pelaku utama pariwisata di Desa Nyambu. Dengan promosi yang lebih luas, fasilitas yang mendukung, dan kapasitas digital yang semakin baik, kami berharap semakin banyak wisatawan mengenal dan merasakan langsung pengalaman wisata yang ditawarkan,” ujarnya.
Brellian menambahkan melalui Narasemesta, Asuransi Jasindo berharap pengembangan Desa Wisata Nyambu dapat terus berjalan dengan tetap menjaga kekayaan budaya dan alam, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Pada akhirnya, Narasemesta bukan hanya tentang membangun destinasi, tetapi tentang bagaimana menjaga apa yang sudah dimiliki, menguatkan masyarakat yang mengelolanya, dan memastikan perjalanan ke depannya dapat berlangsung dengan rasa aman. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus memberikan nilai tambah bagi Desa dan masyarakatnya secara berkelanjutan,” tutup Brellian.(Z/001)