Badung (Atnews) - Wolfgang's Steakhouse Bali resmi membuka cabang ketiga di Indonesia melalui Grand Opening di Parc Valle Petitenget, Jalan Petitenget Nomor 6, Kabupaten Badung, Bali, Jumat, (21/8).
Sebelumnya, Wolfgang's Steakhouse telah memiliki dua cabang di Jakarta.
Restoran steak premium asal Manhattan, New York, Amerika Serikat ini hadir di Bali dengan membawa konsep steakhouse bergaya klasik New York.
"Grand Opening (pembukaan) Wolfgang's Steakhouse Bali di Petitenget menjadi langkah ekspansi Wolfgang's Steakhouse untuk menjangkau pasar Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia, "ungkap Mr. Peter Zwiener selalu Co -Founder of Wolfgang's Steak house.
Lebih jauh Peter Zwiener menegaskan
pihaknya memilih lokasi Petitenget, karena berada di kawasan yang ramai wisatawan, ekspatriat, maupun masyarakat lokal.
Menurutnya, Petitenget memiliki lokasi strategis, karena dekat dengan berbagai hotel dan menjadi salah satu kawasan yang hidup di Bali.
"Kami memiliki lokasi yang tepat, berjarak dekat dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari banyak hotel. Ada banyak wisatawan, banyak warga lokal, dan ini adalah area yang sangat hidup di Bali," Ucap Mr. Peter Zwiener.
Bawa Konsep Steakhouse Khas New York
Wolfgang's Steakhouse didirikan pada 2004 oleh Wolfgang Zwiener, lalu diteruskan anaknya, Mr. Peter Zwiener hadir di Parc Valle Petitenget dengan dedikasi mempertahankan kualitas dan hospitality.
Restoran ini dikenal dengan sajian steak premium bergaya Amerika klasik dengan metode dry-aging sebagai salah satu ciri khasnya.
Konsep tersebut juga diterapkan di Wolfgang's Steakhouse Bali.
Daging USDA Prime melalui proses dry-aging selama 28 hari sebelum dipanggang pada suhu ekstrem mencapai 800 derajat Celsius.
Proses tersebut bertujuan menghasilkan bagian luar daging dengan crust karamel, sekaligus mempertahankan kelembutan dan cita rasa daging di bagian dalam.
Wolfgang's Steakhouse menyebut daging yang digunakan berasal dari kategori USDA Prime. Daging tersebut disebut hanya mencakup sekitar 2 persen dari seluruh produksi daging sapi di Amerika Serikat yang masuk kategori Prime.
Peter Zwiener menjelaskan, proses dry-aging dilakukan secara langsung di masing-masing restoran.
"Kami membeli semua daging sapi dalam kondisi segar. Tidak pernah dibekukan. Kami membeli langsung dari tempat pemotongan hewan. Jadi, di setiap 49 lokasi, kami mengirimkan daging sapi ke masing-masing lokasi dan kami melakukan proses dry-aged langsung di tempat (on-premise)," kata Peter Zwiener.
Dalam proses tersebut, daging disimpan pada suhu sekitar 1 hingga 3 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban sekitar 70 persen selama kurang lebih 28 hari.
Menurut pihak Wolfgang's Steakhouse, proses pematangan kering membuat daging menjadi lebih empuk sekaligus menghasilkan cita rasa yang lebih kuat.
Perluas Pasar ke Bali
Peter Zwiener mengatakan Bali menjadi pilihan penting dalam ekspansi Wolfgang's Steakhouse karena memiliki karakter pasar yang sesuai dengan konsep restoran.
Selain menjadi destinasi wisata internasional, Bali juga memiliki masyarakat lokal dan ekspatriat yang menjadi bagian dari pasar kuliner premium.
"Oleh karena itu, kami hadir di Bali, karena Bali mewakili sebuah tempat yang kaya budaya dan indah di mana banyak wisatawan datang, tetapi juga banyak warga lokal yang berkunjung ke Bali Jadi, kami hanya ingin memperluas cita rasa luar biasa dari steakhouse bergaya New York di Bali," kata Peter Zwiener.
Kehadiran Wolfgang's Steakhouse di kawasan tropis juga bukan pengalaman pertama bagi jaringan restoran tersebut. Sebelumnya, restoran ini telah berekspansi ke Hawaii dan Boracay, Filipina.
Untuk itu, Wolfgang's Steakhouse berupaya memadukan suasana tropis Bali dan karakter restoran yang identik dengan steakhouse New York.
Wolfgang's Steakhouse juga mengoperasikan jaringan restoran di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan (Mur/002)