Jakarta (Atnews) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya upaya untuk menyiapkan talenta pariwisata Indonesia yang kompeten dan berdaya saing untuk menangkap peluang kerja di industri pariwisata global.
Hal tersebut disampaikan Menpar Widiyanti dalam Kuliah Umum Bersama Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar secara hibrida dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Selasa (18/8/2026), dengan tema “Beyond Borders: Empowering Indonesia's Future Tourism Professionals for Global Careers”.
“Negara-negara maju seperti di Eropa, Jepang, dan Korea Selatan memasuki era aging population, menciptakan kebutuhan besar akan tenaga kerja profesional di sektor perhotelan dan pariwisata. Ini adalah peluang emas bagi kalian, generasi penerus bangsa,” kata Menpar Widiyanti.
Kuliah umum tersebut diikuti ribuan mahasiswa dari enam Poltekpar dan dua Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di lingkungan Kementerian Pariwisata.
Menpar Widiyanti mengatakan perubahan demografi dunia, khususnya meningkatnya populasi lanjut usia di sejumlah negara maju, membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkarier di sektor pariwisata dan perhotelan internasional.
Menurut Menpar, semakin terbukanya pasar kerja internasional perlu dimanfaatkan sebagai momentum bagi lulusan Poltekpar untuk memperluas kiprah hingga tingkat global.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi dan pemahaman mengenai tata cara bekerja di luar negeri secara legal dan aman.
“Peluang global harus diiringi dengan kesiapan kompetensi, kemampuan berbahasa asing, profesionalisme, integritas, serta pemahaman mengenai mekanisme bekerja secara legal dan aman di luar negeri,” kata Menpar Widiyanti.
Ia berharap lulusan Poltekpar tidak hanya memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu tampil sebagai tenaga profesional berdaya saing internasional yang membawa kompetensi, karakter, budaya, dan nama baik Indonesia di mana pun mereka berkarya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pariwisata terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi pariwisata melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan sertifikasi profesi, perluasan kerja sama internasional, serta pembukaan lebih banyak kesempatan magang dan penempatan kerja bagi lulusan Poltekpar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi talenta pariwisata Indonesia untuk mengisi berbagai posisi strategis di industri pariwisata internasional sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
“Beberapa tahun ke depan, dari ruang-ruang pendidikan Poltekpar diharapkan lahir General Manager hotel internasional, Executive Chef, Cruise Director, entrepreneur, diplomat pariwisata, hingga pemimpin industri pariwisata dunia yang berasal dari Indonesia,” ucap Menpar Widiyanti.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menambahkan bahwa peningkatan daya saing lulusan harus berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman mengenai perlindungan tenaga kerja, terutama bagi mereka yang memilih berkarier di luar negeri.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran.
Kementerian Pariwisata terus melakukan penguatan kurikulum agar selaras dengan standar okupasi global dan bekerja sama dengan KP2MI untuk memastikan perlindungan tenaga kerja Indonesia,” kata Bayu.
Menurut Bayu, pemahaman mengenai hak, kewajiban, prosedur penempatan, serta perlindungan pekerja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan Poltekpar memasuki pasar kerja internasional secara aman, profesional, dan bermartabat.
Kuliah umum tersebut turut menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni Direktur Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) Dra. Dyah Rejekiningrum, M.M., serta Human Resources Development Expert Japan International Cooperation Agency (JICA) Yoshiko Maruyama.
Para narasumber memaparkan berbagai aspek yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki pasar kerja internasional, mulai dari program penempatan pekerja migran Indonesia hingga standar okupasi internasional dan peluang magang di Jepang.
Kuliah Umum Bersama Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi pariwisata yang semakin adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja.
Melalui penguatan kompetensi, karakter, jejaring internasional, serta pemahaman mengenai pelindungan tenaga kerja, Kementerian Pariwisata berharap Poltekpar dapat terus melahirkan talenta unggul yang siap bekerja dan berkarya di tingkat nasional maupun global, sekaligus menjadi bagian dari kekuatan Indonesia dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan (Z/002)