Uji Mesin RDF TPST Mengwitani, Bupati Badung Targetkan Pengolahan Sampah 300 Ton per Hari
Banner Bawah

Uji Mesin RDF TPST Mengwitani, Bupati Badung Targetkan Pengolahan Sampah 300 Ton per Hari

Admin 2 - atnews

2026-08-20
Bagikan :
Dokumentasi dari - Uji Mesin RDF TPST Mengwitani, Bupati Badung Targetkan Pengolahan Sampah 300 Ton per Hari
Uji Kapasitas RDF di Mengwitani (ist/atnews)
Badung (Atnews) - Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengujian kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, pada Selasa (18/8).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, seusai meninjau pengoperasian mesin tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, beserta jajaran terkait.

“Sementara ini untuk baru tersedia 1 mesin RDF dengan kapasitas 100 ton per hari. Dan kita rencananya juga akan menyiapkan lagi dua mesin dengan kapasitas masing-masing 100, sehingga totalnya ada 300 ton/per hari,” jelas Bupati Badung.

Lebih lanjut, Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pengoperasian satu unit mesin RDF berkapasitas 100 ton per hari tersebut telah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam penanganan sampah di Kabupaten Badung.

Ia berharap penambahan dua unit mesin RDF lainnya, yang saat ini masih dalam tahap uji coba dapat semakin mengoptimalkan pengelolaan sampah hingga persoalan lingkungan di Badung dapat tuntas sepenuhnya.

“Kelihatannya dari satu mesin ini yang berkapasitas 100 ton saja sudah terjadi perubahan yang sangat signifikan, terutama dalam penanganan sampah yang ada di Badung.

Mudah-mudahan dengan penambahan dua mesin lagi yang sedang dicoba, persoalan sampah di Badung benar-benar bisa tuntas,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati juga mengimbau masyarakat luas agar tetap konsisten melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah utama yang ditekankan adalah melalui pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, yang dinilai akan membuat proses penanganan di hilir menjadi jauh lebih cepat dan efektif.

Ia menegaskan bahwa kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kalau sampah itu dipilah dari sumber, jauh akan lebih cepat dan lebih efektif. Walaupun kita sudah memiliki mesin seperti sekarang ini, saya tetap berharap dukungan masyarakat itu penting.

Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tergantung dengan mesin saja, tetapi dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta memilah sampah sangat diperlukan.

Kalau ini sudah dilakukan masing-masing masyarakat, saya kira akan jauh lebih efektif mesin-mesin yang akan kita persiapkan,” tutupnya (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Tandai Pembukaan Bulan Bahasa Bali, Koster Nyurat Lontar Bersama Seribu Pelajar dan Mahasiswa

Terpopuler

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

730 Siswa Gianyar Arak Bendera 100 Meter, Tanamkan Jiwa 45: Suara Sejarah, Merawat Negeri dengan Integritas dan Kejujuran

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif

Implementasi Kelas Virtual Bali Melajah Diperkuat, Guru SMA Negeri 1 Kintamani Siap Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif