Tabanan (Atnews) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi pada masa golden age anak, disertai demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbahan pangan sederhana serta edukasi pemberdayaan ekonomi keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Mambang Gede, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali, pada 8 November 2025 tersebut menyasar kader Posyandu serta ibu yang memiliki balita.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam mengolah makanan sehat dan bergizi menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Program PKM diketuai oleh dr. Ni Made Gita Kusuma Dewi, M.Biomed, dengan anggota tim Fransiscus Fiano A. Kerans, S.Si., M.Biotech., PhD, Dr. Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa.
Masa golden age, khususnya pada usia 0–5 tahun, merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada periode tersebut, pemenuhan nutrisi yang baik berperan dalam mendukung perkembangan fisik, kecerdasan, daya tahan tubuh, serta kualitas kesehatan anak pada masa mendatang.
Melalui kegiatan penyuluhan, peserta mendapatkan edukasi mengenai kebutuhan nutrisi anak, pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemilihan makanan bergizi seimbang, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai menu makanan pendamping ASI (MPASI).
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga mengikuti demonstrasi memasak makanan bergizi menggunakan bahan pangan sederhana. Tim menunjukkan cara mengolah bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan masyarakat menjadi menu sehat yang tetap memperhatikan kebutuhan gizi anak.
Demonstrasi memasak dilakukan secara praktis sehingga peserta dapat melihat langsung proses persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Melalui metode tersebut, ibu balita diharapkan tidak hanya mengetahui prinsip makanan sehat, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.
Program ini juga mengintegrasikan aspek pemberdayaan ekonomi keluarga. Peserta diberikan wawasan mengenai peluang mengembangkan olahan makanan sehat menjadi produk yang memiliki nilai jual. Pengolahan pangan lokal diharapkan tidak hanya membantu keluarga menyediakan makanan sehat bagi anak, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan.
Berbagai produk seperti makanan sehat, makanan beku, maupun layanan katering makanan sehat dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, edukasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respons positif dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nutrisi seimbang bagi anak usia dini. Peserta juga mampu memahami cara mengolah makanan sehat secara praktis serta mulai mendapatkan gambaran mengenai pemanfaatan produk olahan pangan sebagai peluang usaha keluarga.
Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan gizi, keterampilan mengolah makanan sehat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal, keluarga diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Universitas Warmadewa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan bidang kesehatan, teknologi pangan, kesehatan masyarakat, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. (Z/001)