Badung 3/1 (Atnews).- Perdagangan rumbia (Bali: klangsah) memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Terbukti, permintaan mata dagangan ini nyaris tidak pernah sepi seiring dengan padatnya kegiatan adat (keagamaan) di Bali setiap tahunnya.
I Wayan Sena perajin sekaligus pedagang klangsah asal Desa Sibang Gde, Kecamatan Abiansemal Badung Jumat (3/1) mengatakan, seiring dengan padatnya kegiatan upacara keagamaan di Bali, permintaan klangsah nyaris tidak pernah sepi.
"Karena di Bali sering ada upacara adat, permintaan klangsah pasti ramai," terang Sena sembari menambahkan, dalam kondisi permintaan naik omzet jualannya mencapai rata-rata Rp 1 juta per hari. Sedang pada hari- hari biasa, dimana tidak banyak ada kegiatan upacara adat rata- rata hanya Rp 500 ribu/ hari.
Jelas Sena, bahan baku salah satu kendala yang dihadapi oleh pedagang klangsah saat ini. Mengingat, usaha penjualan komoditi ini semakin banyak digeluti. Seperti pedagang klangsah di desa Gerih, Darmasaba serta desa sekitarnya.
Sekarang ini pasokan bahan baku daun kelapa didatangkan dari beberapa Kabupaten di Bali seperti Bangli, Karangasem, Tabanan dan lainnya.
"Namun banyak juga dari luar Bali terutama Jawa Timur," demikian Sena yang mengaku usaha ini telah diwariskan secara turun temurun oleh kakek dan orang tuanya. (Mur/02).