Penguatan Kerja Sama Kadin - Presiden Prabowo, Disel Dorong Pemprov. Bali Gandeng Pelaku Usaha Bangun Ekonomi Daerah
Penguatan Kerja Sama Kadin - Presiden Prabowo, Disel Dorong Pemprov. Bali Gandeng Pelaku Usaha Bangun Ekonomi Daerah
Admin -
atnews
2026-08-04
Bagikan :
Wakil Ketua I DPRD Bali Wayan Disel Astawa (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Wakil Ketua I DPRD Bali Wayan Disel Astawa yang juga Ketua Gerindra Badung menyambut baik dukungan Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie yang berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Hal itu terungkap ketika Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan dunia usaha mengenai kondisi perekonomian, pelaksanaan program prioritas nasional, serta peluang penguatan kerja sama ke depan.
Disel mengharapkan pelaku usaha, khususnya Kadin Bali agar terus digandeng oleh Pemprov. Bali dalam membangun perekonomian daerah.
Upaya itu agar pengusaha daerah berperan aktif dalam pembangunan baik provinsi/kabupaten/kota sehingga semakin cepat terwujudnya pertembuhan ekonomi 8 persen.
Sinergi dunia usaha dan pemerintah agar semakin ditingkatkan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing. Dalam mendukung hal itu, Presiden Prabowo telah membangun sekolah rakyat (SR), termasuk di Bali yakni Tabanan dan Karangasem.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memiliki program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), diperkuat dengan lembaga Badan Gizi Nasional (BGN).
Apalagi Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang juga Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI, diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Dengan menjalankan penuh program prioritas Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Kepala Negara menilai pertemuan dengan Kadin penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam pembangunan nasional.
“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Presiden.
Dalam laporannya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa dunia usaha terus mempersiapkan diri menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global. Kadin memilih untuk menjaga optimisme sekaligus mencari solusi bersama pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anin.
Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah. Pertumbuhan tersebut tidak hanya bersumber dari APBN dan APBD, tetapi juga dari investasi, kreativitas, serta inisiatif para pelaku usaha di daerah.
Ketua Umum Kadin juga melaporkan pelaksanaan empat program prioritas yang diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.
Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, serta mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor dan membuka lapangan kerja.
Pada bidang diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office untuk membantu mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjembatani peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi dengan para pelaku usaha, termasuk Kadin daerah dan asosiasi.
Kadin turut memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas pasar, meningkatkan pembelian produk nasional, serta memperkuat kapasitas produsen dalam negeri.
Menutup laporannya, Ketua Umum Kadin menyampaikan kesiapan dunia usaha untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendukung upaya Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.
“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5 persen. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tuturnya.
Pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah bersama Kadin optimistis mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Sedangkan, Wakil Ketua Umum (WKU) Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Kadin Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka dikenal Gung Cok mengagumi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong pengusaha daerah berkembang dan turut membangun ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan usai mengikuti pertemuan Presiden Prabowo dengan 150 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari tingkat pusat maupun daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie itu menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi pembangunan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Hadir pula Ketua Umum (Ketum) KADIN Bali Made Ariandi.
Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
"Sangat luar biasa, sangat terbuka seperti layaknya seni (serius santai), dialog dengan pengusaha daerah seperti ngobrol dengan beliau (Presiden Prabowo-red)," ujar Gung Cok yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali.
Dalam peningkatan ekonomi, Presiden Prabowo memberikan pengusaha daerah berperan. Sebagaimana penawaran Bandara di Bangka Belitung. "Airport, apa daerah mau ambil, karena Bapak Presiden Prabowo akan konsen dengan pariwisata," bebernya.
Maka infrastruktur airport akan jadi perhatian serius. Bahkan seluruh airport di Indonesia boleh menerima penerbangan internasional.
Dengan adanya angin segar bagi pengusaha daerah, bukan berarti alergi dengan pengusaha luar daerah atau usaha asing. Namun, dimaksudkan dalam mengoptimalkan di daerah itu sendiri.
Pada kesempatan itu juga, menariknya dari sektor ketahanan pangan di Jawa Barat, dampak dari program Makan Bergizo Gratis (MBG).
Hal itu sudah bisa dihitung volume pangan yang terpakai, kebutuhan pangan pertanian berkualitas maka diperlukan bantuan bibit dan pupuk. Kebijakan itu juga akan membantu pertanian petani sawah.
Bahkan Jawa Barat usulkan adanya dua kali MBG. Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, serta mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor dan membuka lapangan kerja.
Tetapi, Presiden Prabowo juga menyinggung soal korups terjadi dimanfaatkan tidak bagus bgm cara negara menekan korupsi sudah tersistem
Maka dari itu, pihaknya mengagumi kepemimpinan Presiden Prabowo. "Pemimpin seperti ini dibutuhkan, pertemuan bisa dilakukan tiga bulan sekali," ujarnya. Pada bagian yang paling mendapat perhatian para peserta, Presiden menepis anggapan bahwa berbagai kebijakan pemerintah selama ini menunjukkan sikap anti terhadap perusahaan-perusahaan besar.
Prabowo menegaskan bahwa persepsi tersebut sama sekali tidak benar. “Saya tidak anti pengusaha besar. Saya justru ingin mengamankan mereka.”
Menurut Presiden, perusahaan-perusahaan besar merupakan aset nasional yang harus dijaga karena memiliki peran besar dalam menciptakan investasi, lapangan kerja, penerimaan pajak, ekspor, serta penguasaan teknologi dan jaringan pasar internasional.
Karena itu, pemerintah berkepentingan memastikan dunia usaha memperoleh kepastian hukum, stabilitas politik, keamanan, serta iklim investasi yang sehat. Tidak boleh ada regulasi yang menghambat kemajuan dunia usaha.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada keberhasilan kelompok usaha besar saja.
Ia menilai tidak sehat apabila sebagian besar kekayaan nasional hanya berputar di tangan sekitar satu persen elite ekonomi, sementara jutaan rakyat di desa dan kawasan perkotaan belum memiliki akses terhadap modal, pasar, teknologi maupun kelembagaan ekonomi yang kuat. Ketimpangan seperti itu justru akan melemahkan fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Jika kesenjangan sosial membesar, yang besar juga akan terkena dampaknya. “Tidak bisa satu persen menguasai ekonomi negara. Pasti akan terjadi revolusi. Itu sebabnya saya membangun masyarakat menengah-bawah di desa dan kota lewat koperasi,” jelas Presiden. (GAB)