Jakarta (Atnews) - Wakil Ketua Umum (WKU) Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Kadin Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka dikenal Gung Cok mengagumi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong pengusaha daerah berkembang dan turut membangun ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan usai mengikuti pertemuan Presiden Prabowo dengan 150 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari tingkat pusat maupun daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie itu menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi pembangunan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Hadir pula Ketua Umum (Ketum) KADIN Bali Made Ariandi.
Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
"Sangat luar biasa, sangat terbuka seperti layaknya seni (serius santai), dialog dengan pengusaha daerah seperti ngobrol dengan beliau (Presiden Prabowo-red)," ujar Gung Cok yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali.
Dalam peningkatan ekonomi, Presiden Prabowo memberikan pengusaha daerah berperan. Sebagaimana penawaran Bandara di Bangka Belitung. "Airport, apa daerah mau ambil, karena Bapak Presiden Prabowo akan konsen dengan pariwisata," bebernya.
Maka infrastruktur airport akan jadi perhatian serius. Bahkan seluruh airport di Indonesia boleh menerima penerbangan internasional.
Dengan adanya angin segar bagi pengusaha daerah, bukan berarti alergi dengan pengusaha luar daerah atau usaha asing. Namun, dimaksudkan dalam mengoptimalkan di daerah itu sendiri.
Pada kesempatan itu juga, menariknya dari sektor ketahanan pangan di Jawa Barat, dampak dari program Makan Bergizo Gratis (MBG).
Hal itu sudah bisa dihitung volume pangan yang terpakai, kebutuhan pangan pertanian berkualitas maka diperlukan bantuan bibit dan pupuk. Kebijakan itu juga akan membantu pertanian petani sawah.
Bahkan Jawa Barat usulkan adanya dua kali MBG. Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, serta mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor dan membuka lapangan kerja.
Tetapi, Presiden Prabowo juga menyinggung soal korups terjadi dimanfaatkan tidak bagus bgm cara negara menekan korupsi sudah tersistem
Maka dari itu, pihaknya mengagumi kepemimpinan Presiden Prabowo. "Pemimpin seperti ini dibutuhkan, pertemuan bisa dilakukan tiga bulan sekali," ujarnya.
Pada bagian yang paling mendapat perhatian para peserta, Presiden menepis anggapan bahwa berbagai kebijakan pemerintah selama ini menunjukkan sikap anti terhadap perusahaan-perusahaan besar.
Prabowo menegaskan bahwa persepsi tersebut sama sekali tidak benar. “Saya tidak anti pengusaha besar. Saya justru ingin mengamankan mereka.”
Menurut Presiden, perusahaan-perusahaan besar merupakan aset nasional yang harus dijaga karena memiliki peran besar dalam menciptakan investasi, lapangan kerja, penerimaan pajak, ekspor, serta penguasaan teknologi dan jaringan pasar internasional.
Karena itu, pemerintah berkepentingan memastikan dunia usaha memperoleh kepastian hukum, stabilitas politik, keamanan, serta iklim investasi yang sehat. Tidak boleh ada regulasi yang menghambat kemajuan dunia usaha.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada keberhasilan kelompok usaha besar saja.
Ia menilai tidak sehat apabila sebagian besar kekayaan nasional hanya berputar di tangan sekitar satu persen elite ekonomi, sementara jutaan rakyat di desa dan kawasan perkotaan belum memiliki akses terhadap modal, pasar, teknologi maupun kelembagaan ekonomi yang kuat. Ketimpangan seperti itu justru akan melemahkan fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Jika kesenjangan sosial membesar, yang besar juga akan terkena dampaknya.“Tidak bisa satu persen menguasai ekonomi negara. Pasti akan terjadi revolusi. Itu sebabnya saya membangun masyarakat menengah-bawah di desa dan kota lewat koperasi,” jelas Presiden.
Membangun Fondasi Ekonomi Nasional Atas dasar pemikiran tersebut, pemerintah meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Menurut Presiden, koperasi bukan dibangun untuk menyaingi perusahaan besar, melainkan untuk memperkuat masyarakat lapisan bawah agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antarelemen elite nasional merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa atau nation building.
Pembangunan bangsa, menurut Presiden, merupakan proses panjang dan berat yang membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan serta sumber daya nasional.
“Masalah nation building, masalah pembangunan bangsa memang adalah proses yang sangat panjang, sangat berat. Dan dalam proses ini, sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada kita bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, dari budaya, dari bahkan dari agama,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pembangunan bangsa bersifat lintas sektor. Oleh karena itu, seluruh kekuatan bangsa harus dapat dihimpun dan dipersatukan agar setiap sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan rakyat.
“Bahwa pembangunan suatu bangsa adalah pembangunan lintas sektor. Karena itu, nation building memerlukan kekuatan, kekuatan dari bangsa itu untuk bisa dikerahkan, untuk bisa dipersatukan, sehingga bangsa itu dapat memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bangsa itu,” ungkapnya.
Kepala Negara pun mengajak seluruh pihak belajar dari perjalanan berbagai negara dalam sejarah peradaban manusia.
Menurut Presiden, salah satu pembeda utama antara bangsa yang berhasil dan negara yang gagal adalah kemampuan para elitenya untuk bekerja sama.
“Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elite, perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut,” tegas Presiden.
Presiden menyebut elite bangsa tidak hanya terbatas pada unsur politik dan ekonomi. Elite nasional juga mencakup para pemimpin di bidang intelektual, agama, budaya, seni, dunia usaha, hingga kalangan pekerja.
“Apa yang kita maksud dari elite? Elite adalah unsur pimpinan. Jadi elite bangsa adalah elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, elite agama, elite budaya, elite seni, elite produsen, elite buruh,” tuturnya.
Menurut Presiden, pengalaman sejarah telah memberikan gambaran yang jelas bahwa pertentangan berkepanjangan di antara para elite akan menghambat kemajuan sebuah negara. Karena itu, semua unsur pimpinan bangsa perlu mengedepankan kepentingan bersama di atas perbedaan masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan Kadin Indonesia yang sejak awal pemerintahannya telah menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dan berjuang bersama pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara.
“Saya sangat terima kasih. Saya sangat gembira saudara-saudara, dari awal pemerintah yang saya pimpin saudara menunjukkan niat ingin bekerja sama, dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa dan negara,” pungkas Presiden.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi seluruh elemen bangsa, Presiden Prabowo meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Disamping itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, menilai kepemimpinan Presiden memiliki arah yang visioner, strategis, serta ditopang keberanian mengambil terobosan dan kecepatan dalam mengeksekusi kebijakan.
James menilai arah kebijakan pemerintah tidak hanya dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan global saat ini, tetapi juga mempersiapkan posisi Indonesia pada masa mendatang.
“Saya kira ini hari yang Bapak uraikan dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan ya, kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif,” ujar James.
Menurutnya, keberanian pemerintah menjalankan berbagai terobosan secara bersamaan menjadi salah satu karakter penting kepemimpinan Presiden Prabowo.
Agenda tersebut dilengkapi dengan perhatian kuat terhadap pelaksanaan program dan kecepatan menghasilkan capaian konkret.
“Keberanian dari terobosan-terobosan itu, not many people have that kind of guts. Agenda transformasi yang bersamaan yang begitu banyak, yang terobosannya,” ungkapnya.
“Ketiga, ini adalah fokus kuat pada eksekusi. Kalau kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya. Swasembada pangan, ketahanan energi. Bisa sampai situasi dunia seperti ini tapi listrik subsidi itu enggak naik, 3 kilo LPG itu juga enggak naik. Jadi ini kan luar biasa ya,” lanjut James.
Sejumlah kebijakan yang disorot James antara lain pencapaian swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, pembangunan perumahan rakyat, reformasi pendidikan kedokteran, serta pembentukan Danantara.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut memperlihatkan pendekatan pemerintahan yang visioner sekaligus pragmatis.
James juga menilai diplomasi ekonomi Presiden telah memperkuat kepercayaan perusahaan-perusahaan teknologi global terhadap Indonesia. Ia mencontohkan makin terbukanya akses Indonesia terhadap teknologi strategis serta meningkatnya pandangan positif pelaku industri internasional terhadap prospek ekonomi nasional.
Dalam hal pengelolaan kekuatan ekonomi negara, James mengapresiasi pembentukan Danantara sebagai instrumen untuk memperkuat sinergi pemerintah, badan usaha milik negara, dan sektor swasta dalam semangat Indonesia Incorporated.
“Dan pembentukan Danantara sebagai instrumen Indonesia Inc. Kita pikir memang harus pemerintah memimpin in a strong way, dan I think Danantara is the way,” tuturnya.
James bahkan menyebut pendekatan pemerintahan Presiden Prabowo sebagai entrepreneur presidency, yakni kepemimpinan yang memiliki visi kuat, bersikap pragmatis, dan tegas dalam mengambil keputusan.
Pada kesempatan tersebut, James turut mendorong pemerintah dan dunia usaha menyiapkan strategi nasional menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial dan robotika.
Ia berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi, membangun talenta, dan melahirkan industri baru menuju Indonesia Emas 2045 (Z/002)