Jakarta (Atnews) - Kadin Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev Dipublikasikan pada Jumat, 31 Juli 2026 17:00 WIB Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan dunia usaha mengenai kondisi perekonomian, pelaksanaan program prioritas nasional, serta peluang penguatan kerja sama ke depan.
Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Kepala Negara menilai pertemuan dengan Kadin penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam pembangunan nasional.
“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Presiden.
Dalam laporannya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa dunia usaha terus mempersiapkan diri menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global. Kadin memilih untuk menjaga optimisme sekaligus mencari solusi bersama pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anin.
Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya bersumber dari APBN dan APBD, tetapi juga dari investasi, kreativitas, serta inisiatif para pelaku usaha di daerah.
Ketua Umum Kadin juga melaporkan pelaksanaan empat program prioritas yang diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.
Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, serta mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor dan membuka lapangan kerja.
Pada bidang diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office untuk membantu mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi.
Lembaga tersebut diharapkan dapat menjembatani peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi dengan para pelaku usaha, termasuk Kadin daerah dan asosiasi.
Kadin turut memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas pasar, meningkatkan pembelian produk nasional, serta memperkuat kapasitas produsen dalam negeri.
Menutup laporannya, Ketua Umum Kadin menyampaikan kesiapan dunia usaha untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendukung upaya Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.
“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5 persen. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tuturnya.
Pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah bersama Kadin optimistis mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan (Z/002)