Denpasar (Atnews) – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Agung Rai Suryawijaya, menyambut baik rencana kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia.
Kunjungan kenegaraan ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus berpotensi besar mendongkrak arus wisatawan asal Negeri Anak Benua tersebut ke Pulau Dewata.
Rai Suryawijaya menaruh harapan besar agar agenda kunjungan PM Modi nantinya turut mencakup Bali.
Menurutnya, kesamaan kultur dan akar budaya yang kuat antara Bali dan India merupakan fondasi kokoh untuk mempererat kerja sama di sektor pariwisata dan pertukaran budaya.
Hubungan historis ini diyakini mampu menjadi daya tarik emosional tambahan yang memikat bagi para pelancong India.
"Kami sangat menyambut baik rencana kunjungan PM Modi ke Indonesia dan berharap beliau juga berkenan meluangkan waktu untuk singgah ke Bali. Hubungan kita dengan India bukan sekadar bisnis, melainkan ikatan batin karena banyaknya persamaan budaya dan kultur yang kita miliki," ujar Rai Suryawijaya di Denpasar, Sabtu (4/7).
Secara statistik, India saat ini menempati posisi sebagai pasar pariwisata terbesar kedua bagi Indonesia. Dengan jumlah populasi India yang kini menembus angka 1,5 miliar jiwa—melampaui populasi China yang berada di angka 1,35 miliar jiwa—volume pasar ini dinilai sebagai peluang emas yang luar biasa bagi industri pariwisata Bali.
Meski memiliki potensi kuantitas yang sangat masif, Rai Suryawijaya menegaskan bahwa fokus pariwisata Bali ke depan adalah menyasar kualitas, khususnya wisatawan yang berasal dari segmen menengah ke atas (middle-up).
Bersamaan dengan itu, ia juga memberikan catatan penting terkait pentingnya penegakan regulasi dan perilaku wisatawan demi menjaga citra positif Bali serta keharmonisan hubungan bilateral.
"Kami sangat berharap wisatawan yang datang ke Bali nantinya dapat menunjukkan respek yang tinggi terhadap budaya, regulasi, serta kebijakan lokal yang berlaku di sini. Menjaga perilaku dan menghormati tatanan setempat adalah kunci agar pariwisata kita berkelanjutan," pungkasnya. (SUK/002)