Dari Titik Nol Singaraja ke Denpasar: Jejak Sunda Kecil Hingga Bali Hari Ini
Banner Bawah

Dari Titik Nol Singaraja ke Denpasar: Jejak Sunda Kecil Hingga Bali Hari Ini

Admin 2 - atnews

2026-06-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Dari Titik Nol Singaraja ke Denpasar: Jejak Sunda Kecil Hingga Bali Hari Ini
Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja (ist/atnews)
Singaraja (Atnews) - Penataan Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja mendapat atensi khusus dari para pejuang kemerdekaan. Ketua DPD Angkatan 45 Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai, menyebut renovasi kawasan itu sebagai langkah penting menghidupkan kembali marwah sejarah.

“Renovasi Titik Nol ini kami apresiasi. Ini bukan sekadar membangun taman, tapi merawat ingatan bangsa. Dari sinilah dulu pusat pemerintahan Sunda Kecil berdenyut,” tegas Bagus Ngurah Rai.

Pernyataan itu menguatkan arah kebijakan Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra yang saat ini membenahi kawasan tersebut.

“Yang kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja,” ujar Sutjidra saat meninjau lokasi, Kamis 18/6/2026.

Sebab, Singaraja pernah menjadi ibu kota *Provinsi Sunda Kecil dan pusat pemerintahan pada zamannya.

Sunda Kecil Dipimpin I Gusti Ketut Pudja, Putra Singaraja

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, pemerintah membentuk Provinsi Sunda Kecil yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Ibu kotanya ditetapkan di Singaraja.

Gubernur pertamanya adalah I Gusti Ketut Pudja, putra asli Singaraja. Ia menjabat sejak 19 Agustus 1945 hingga 29 Januari 1946.

Sebagai anggota PPKI, Pudja turut hadir dalam perumusan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Atas jasanya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2011.

14 Agustus 1958: Sunda Kecil Dibubarkan, Bali Pindah ke Denpasar

Tahun 1958, Provinsi Sunda Kecil dimekarkan menjadi tiga provinsi: Bali, NTB, dan NTT. Bali resmi berdiri sendiri dan memilih Denpasar sebagai ibu kota.

Keputusan itu didasarkan pada tiga pertimbangan: letak geografis Denpasar yang lebih sentral, kedekatannya dengan pusat budaya Kerajaan Badung, dan kondisi wilayah selatan yang lebih datar untuk pembangunan.

Sejak itu, roda pemerintahan Bali berpindah dari utara ke selatan.

Daftar Gubernur Bali dari Masa ke Masa

Sejak lepas dari Sunda Kecil, Bali dipimpin 10 kepala daerah:

1. Anak Agung Bagus Suteja 1958 – 1965
2. Soekarmen 1965 – 1967
3. Anak Agung Gede Oka 1967 – 1978
4. Ida Bagus Mantra 1978 – 1988
5. Ida Bagus Oka 1988 – 1998
6. Dewa Made Beratha 1998 – 2008
7. Made Mangku Pastika 2008 – 2018
8. I Wayan Koster 2018 – 2023
9. Sang Made Mahendra Jaya Pj. 2023 – 2025
10. Dr. Ir. Wayan Koster, MM 2025 – 2029
Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta

Penutup: Rantai Estafet Sejarah

Dari Pak Pudja di Singaraja, ke Pak Suteja di Denpasar, hingga Pak Koster hari ini. Sejarah Bali bergerak seperti estafet.

Dengan atensi dari Angkatan 45 dan pembenahan di bawah Sutjidra, harapannya satu: agar Titik Nol tidak hanya indah, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah bagi anak cucu. (KRS/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : TNI Akan Lakukan Operasi Psikologi dan Teritorial di Papua

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan